POJOKSULSEL, MAKASSAR - Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Nasaruddin Umar menegaskan, pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan perdamaian dunia dan solusi perdamaian di Gaza, mendapat dukungan positif dunia internasional.

Nasaruddin Umar pun mendapatkan banyak telepon dari luar negeri yang meminta untuk menindaklanjuti penyataan Prabowo Subianto terkait langkah mewujudkan perdamaian dunia dan solusi perdamaian di Gaza.

Menag Nasaruddin Umar menyebut, dunia internasional memberikan respons positif terkaik langkah Prabowo Subianto sebagai terobosan penting, termasuk saat menyampaikan pandangan di New York, kunjungan ke Mesir, hingga respons positif dari Presiden Amerika Serikat.

Nasaruddin Umar menyebut, penyataan Presiden Prabowo Subianto di forum-forum internasional itupun viral. Ada yang mengistilahkan sebagai "the Prabowo solution". Bahkan ada yang melukiskan sebagai "the secend Sukarno".

Baca Juga: UAS Dorong Maros Jadi Kota Wakaf, Masjid Agung Nur Rahman Dipadati Jemaah

Karena itu, Kementerian Agama (Kemenag) menggelar rangkaian seminar internasional bertema perdamaian dunia di empat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Gelaran perdana berlangsung di UIN Alauddin Makassar, Senin (17/11/2025), mengangkat tema “Towards a Two-State Solution: Peran Kunci Presiden Prabowo Subianto dalam Mewujudkan Perdamaian di Gaza.”

Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka langsung seminar internasional di UIN Alauddin makassar sekaligus menjadi keynote speaker.

Menag Nasaruddin Umar menegaskan, inisiatif melaksanakan seminar internasional, merupakan respon cepat Kemenag atas menguatnya perhatian dunia terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai forum internasional terkait solusi dua negara.

Baca Juga: Bawa Misi Internasionalisasi, Unhas Ramaikan Education Fair KRI Songkhla, Thailand

“Saya mendapat banyak telepon dari luar negeri yang meminta penjelasan lebih lanjut. Pernyataan Presiden Prabowo menjadi viral secara positif, bahkan ada yang menyebutnya The Prabowo Solution,” ujar Nasaruddin.

Ia menjelaskan, UIN memiliki peran strategis menindaklanjuti gagasan Presiden Prabowo secara akademik dan kontekstual.

"Kita juga mempersiapkan bagaimana Pak Prabowo berbicara lebih lanjut apa yang kita lakukan pascakonflik, solusinya seperti apa, kan itu masih banyak problem dan bahkan Pak Prabowo yang paling cepat memberikan solusi kongkrit," katanya,

Presiden Prabowo bahkan menawarkan bantuan pasukan perdamaian hingga 20 ribu personel. Itu solusi cepat dan terukur.

Seminar internasional ini akan digelar dalam empat seri. Setelah Makassar, rangkaian dilanjutkan di UIN Sumatera Utara dengan fokus perspektif Asia Tenggara.

Selanjutnya, UIN Sunan Ampel Surabaya akan memperkaya konten keislaman dan kultur Indonesia, sebelum rangkaian ditutup di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai forum penyimpul rekomendasi nasional.

Menag berharap agar seminar internasional di UIN semakin diperkaya kelompok-kelompok yang berkpentingan untuk mengetahui posisi Indonesia untuk mewujudkan perdamaian.

"Tentu semua ini adalah di bawah koordinasi kementerian luar negeri. Kita hanya memberikan masukan secara akademik berdasarkan berbagai macam perspektif. Kita serahkan pemikiran pemikian ini ke menteri luar negeri sebagai bahan masukan," katanya.

Baca Juga: Ical Majene Ramaikan Festamsa 2025 SMA Negeri 12 Luwu

Sementara itu, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, menyampaikan poin-poin rekomendasi seminar internasional bertema Towards a Two-State Solution: Peran Kunci Presiden Prabowo Subianto dalam Mewujudkan Perdamaian di Gaza.

Berikut poin-poin rekomendasi seminar internasional yang disampaikan Prof Hamdan Juhannis:

1. Perlunya penguatan diplomasi Indonesia dalam rangka to state solution

2. Perlunya inisiatif kemanusiaan berkelanjutan untuk Gaza

3. Perlu ada pendidikan dan diplomasi publik untuk perdamaian

4. Perlunya penguatan narasi global berbasis hak asasi manusia

5. Perlunya penguatan diplomasi pengetahuan melalui penelitian kolabotratif

6. Perlu penyusunan roadmap diplomasi Indonesia untuk segera diserahkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto

***