POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sebanyak 270 siswa angkatan perdana Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi memulai perjalanan pendidikan mereka melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/2026).

MPLS dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di Kampus Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel, Jalan Pajjaiang, Sudiang Raya, Makassar. Sebanyak 270 peserta didik tersebut berasal dari 15 kabupaten/kota di Sulsel dan terdiri atas jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Menurut Andi Sudirmanm Sulaiman, Sekolah Rakyat hadir untuk membuka akses pendidikan yang setara tanpa memandang kondisi ekonomi keluarga. Ia berharap para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meraih cita-cita dan menjadi generasi penerus bangsa.

Baca Juga: Wajah Baru TPA Tamangapa, Pemkot Makassar Bangun Sistem Pengelolaan Sampah Baru

"Dulu juga pernah hadir sekolah rakyat di masa perjuangan yang melahirkan anak-anak sukses. Kalau ingin bercita-cita tinggi, pendidikan adalah nomor satu. Insyaallah Sekolah Rakyat ini akan menciptakan generasi bangsa," ujarnya dikutip dari rilis Humas Pemprov Sulsel.

Ia juga mengungkapkan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Sudiang menjadi salah satu yang paling maju di Indonesia, mulai dari kesiapan lahan, sarana-prasarana hingga dukungan tenaga pendidik.

"Pemerintah Provinsi Sulsel juga menugaskan guru-guru terbaik untuk mengajar di Sekolah Rakyat. Harapan kami, dari sekolah ini akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa di masa depan," katanya.

Baca Juga: 100 UMKM Maros Digembleng Kelola Keuangan Digital, BI Dorong Usaha Naik Kelas Lewat SIAPIK

Pembukaan MPLS turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI Robben Rico secara virtual, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina, jajaran Pemerintah Kota Makassar, serta unsur satuan kerja Sekolah Rakyat.

Para siswa yang mengikuti MPLS berasal dari Kota Makassar, Parepare, Enrekang, Bulukumba, Bantaeng, Pangkep, Pinrang, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Gowa, Maros, Jeneponto, Toraja Utara, dan Kepulauan Selayar.

Selama masa pengenalan, mereka akan diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kehidupan berasrama sebagai bekal memasuki tahun ajaran baru. ***