POJOKSULSEL, MAKASSAR - Wajah Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA Tamangapa, Kecamatan Manggala, perlahan berubah. Kawasan yang sebelumnya identik dengan gunungan sampah dan bau menyengat kini mulai ditata sebagai bagian dari transformasi besar sistem pengelolaan sampah Kota Makassar.

Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum terus melakukan pembenahan agar TPA Tamangapa tidak lagi menggunakan pola open dumping atau pembuangan sampah terbuka.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Muhammad Amin, menyebut progres penataan TPA Tamangapa saat ini telah mencapai lebih dari 70 persen.

Baca Juga: 100 UMKM Maros Digembleng Kelola Keuangan Digital, BI Dorong Usaha Naik Kelas Lewat SIAPIK

"Untuk progres pembenahan TPA Manggala, rata-rata sudah di atas 70 persen progresnya,” kata Amin, Rabu (15/7/2026).

Salah satu perubahan paling terlihat yakni penerapan metode cover soil, yaitu menutup timbunan sampah menggunakan tanah urug secara bertahap.

Metode ini menjadi langkah penting menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Selain membuat area TPA lebih rapi, penutupan sampah dengan tanah juga berfungsi mengurangi bau, menekan populasi lalat dan hama, serta mencegah potensi pencemaran lingkungan.

Baca Juga: Liburan Sekolah di Makassar? Vasaka Hotel Tawarkan Paket Staycation Rp600 Ribu Sudah Termasuk Kuliner

“Karena itu, kita berproses menuju sanitary landfill. Salah satu syarat utamanya adalah sampah harus ditutup menggunakan tanah urug agar tidak menimbulkan bau,” jelas Amin.

Untuk mempercepat proses tersebut, Pemkot Makassar mengerahkan alat berat dan mendatangkan tanah urug secara rutin. Setiap hari, sekitar 100 rit tanah urug dikirim ke lokasi untuk menutup timbunan sampah.

Tak hanya menutup gunungan sampah, pembenahan juga menyasar pembangunan infrastruktur pendukung. Dinas PU tengah mengerjakan sistem drainase, kolam penampungan air lindi (leachate pond), terasering area timbunan, hingga akses jalan menuju kawasan TPA.

Baca Juga: MUI Sulsel Umumkan Hasil Seleksi Berkas Pendidikan Kader Ulama 2026, Cek Daftar 81 Peserta yang Lolos

Di lokasi, sejumlah alat berat terus bekerja. Dua unit excavator dan dua unit bulldozer beroperasi di bagian atas TPA, sementara tiga excavator dan tiga bulldozer lainnya melakukan penataan di bagian bawah kawasan.

Amin mengatakan, pembenahan TPA Tamangapa merupakan tahapan menuju perubahan sistem pengelolaan sampah dari open dumping menuju controlled landfill dan selanjutnya sanitary landfill.

Ke depan, TPA Tamangapa hanya akan menerima sampah residu, yakni sampah yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali. Sementara sampah organik dan anorganik diharapkan selesai dikelola sejak dari sumbernya melalui pemilahan rumah tangga, pengomposan, budidaya maggot, hingga bank sampah.

Transformasi ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menargetkan penghentian praktik pembuangan sampah terbuka di seluruh Indonesia mulai Agustus 2026.

“Selain penimbunan menggunakan cover soil, berbagai infrastruktur pendukung juga terus kami kerjakan di kawasan TPA Tamangapa,” ujar Amin.

Pemkot Makassar menargetkan seluruh pembenahan dapat rampung sesuai waktu yang ditetapkan pemerintah pusat. Perubahan TPA Tamangapa diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih bersih, tertib, dan berkelanjutan. ***