POJOKSULSEL, MAKASSAR - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia resmi membuka rangkaian Orientasi Kampus dan Entrepreneurship (OKE) bagi mahasiswa baru tahun ajaran 2026/2027, Kamis (1/10).
Pembukaan Orientasi Kampus dan Entrepreneurship mahasiswa baru berlangsung di Nobel Convention Center, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, dan dipimpin langsung Rektor ITB Nobel Indonesia, Dr. Ir. H. Badaruddin.
Dalam pembukaan tersebut, Badaruddin menyerahkan almamater secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru Nobel Indonesia.
Baca Juga: Sulsel Raih Penghargaan Pembangunan Daerah 2026, Smart School hingga MYP Jadi Andalan
Badaruddin mengatakan, OKE Nobel dirancang sebagai orientasi kampus tanpa praktik perpeloncoan atau ospek. Mahasiswa baru akan mendapatkan pembekalan tambahan sebelum mengikuti perkuliahan formal.
"Ini kita mendidik calon pengusaha, ya kita harus didik secara terhormat. Sebelum kalian masuk di kelas, ada tambahan-tambahan untuk mendasari kemampuan kalian, seperti Basic Entrepreneurship Program dan Nobel Basic Character untuk membangun jati diri," kata Badaruddin.
Ia menjelaskan, pembekalan tersebut meliputi Basic Entrepreneurship Program yang dikelola Nobel Entrepreneurship Center (NEC) serta Nobel Basic Character.
Baca Juga: 2 UIN Masuk 10 Besar Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia Versi THE WUR 2027, Ini Peringkatnya
Menurut Badaruddin, program tersebut ditujukan untuk memberikan kemampuan praktis dan nilai tambah kepada mahasiswa di luar pembelajaran akademik di kelas.
"Kalau di dalam kelas hasil lahirnya akan kelihatan ijazahnya. Tetapi yang jauh lebih penting adalah apa yang bisa kalian dapatkan di luar kelas. Kalian akan lebih dari sekadar ijazah, itulah yang kami siapkan untuk kalian semua," ujarnya.
Badaruddin yang merupakan eks Ketua Yayasan Pendidikan Nobel Makassar itu juga menyoroti persaingan lulusan perguruan tinggi di Indonesia.
Baca Juga: Naik Pinisi Sambil Upgrading, 80 Keluarga Besar Totok Punggung Perkuat Silaturahmi
Ia menyebut terdapat sekitar 1,3 juta hingga 1,5 juta lulusan sarjana setiap tahun yang akan memasuki persaingan dunia kerja.
"Tahu tidak berapa lulusan perguruan tinggi dalam setahun? Ada 1,3 sampai 1,5 juta orang sarjana setiap tahun. Kalau hanya sekadar ijazah, kalian akan bersaing dengan 1,3 sampai 1,5 juta orang. Maka Nobel mengambil peran yang berbeda," katanya.
Karena itu, ITB Nobel Indonesia mendorong mahasiswa memiliki kemampuan kewirausahaan sehingga tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Badaruddin juga meminta mahasiswa baru beradaptasi dengan pola pembelajaran di perguruan tinggi yang memberikan ruang kebebasan lebih besar dibandingkan jenjang sekolah.
"Sistem belajar sudah berpindah dari kita dulu, belajar itu terstruktur. Sekarang di perguruan tinggi kebebasan kalian itu lebih besar. Oleh karena itu, kalian yang akan menentukan masa depan kalian sendiri," jelasnya.
Ia mengatakan, kampus dan yayasan telah menyiapkan berbagai fasilitas dan komponen pendukung untuk membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan diri.
"Tugas kami adalah menyiapkan seluruh komponen dan fasilitas itu supaya teman-teman punya kesempatan untuk membangun dirinya. Soal bagaimana hasil lahirnya, semua kembali kepada semangat kalian sendiri," pungkasnya.
Selama rangkaian OKE Nobel, mahasiswa baru akan mengikuti sejumlah agenda pembekalan, antara lain Entrepreneurship Basic Program, Nobel Basic Character, talkshow, dan kuliah umum. ***




