POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pelepasan purna bakti Prof. Dr. H. Musafir Pababbari, M.Si., "diabadikan" melalui peluncuran buku kolaboratif Merawat Jejak, Merajut Makna: Catatan atas Waktu dan Pengabdian Prof. Dr. H. Musafir Pababbari, M.Si.

Buku itu merekam jejak kepemimpinan, gagasan, dan warisan intelektual Prof Musafir Pababbari, yang juga Mantan Rektor UIN Alauddin Makassar periode 2015-2019.

Buku ini menghimpun puluhan tulisan dari berbagai kalangan yang mengulas perjalanan pengabdian Prof. Musafir Pababbari selama memimpin UIN Alauddin Makassar. Menariknya, satu perspektif datang dari rumpun sains dan teknologi.

Adalah Dr. Ir. Andi Muhammad Syafar Paluturi, A.Md., S.T., M.T., IPM., dosen Program Studi Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar, yang menjadi satu-satunya penulis mewakili bidang Sainstek dalam buku tersebut.

Dalam tulisannya, Syafar Paluturi memotret kepemimpinan Prof. Musafir dari sudut pandang transformasi teknologi dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi.

Baca Juga: Hari Anak Nasional di Kota Parepare, Pemkot Ajak Semua Pihak Ciptakan Ruang Aman bagi Anak

"Bagi saya, Prof. Musafir bukan hanya seorang pemimpin administratif. Beliau adalah figur yang mampu melihat teknologi sebagai bagian dari transformasi perguruan tinggi. Kepemimpinan beliau memberi ruang bagi dosen lintas bidang untuk berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi tanpa sekat disiplin ilmu," ujarnya.

Menurut Syafar, kesempatan menjadi bagian dari buku tersebut merupakan tanggung jawab akademik untuk mendokumentasikan nilai-nilai kepemimpinan yang telah memberi dampak terhadap perkembangan kampus.

"Saya ingin menghadirkan perspektif bahwa kepemimpinan yang baik tidak hanya dikenang melalui kebijakan, tetapi juga melalui budaya akademik yang ditinggalkan. Dari sudut pandang teknologi, saya melihat Prof. Musafir berhasil membangun fondasi yang mendorong inovasi dan kolaborasi lintas keilmuan," katanya.

Keikutsertaan Syafar menjadi representasi bahwa pengaruh kepemimpinan Prof. Musafir tidak hanya dirasakan di bidang keislaman, sosial, dan humaniora, tetapi juga dalam penguatan sains dan teknologi sebagai bagian dari semangat integrasi keilmuan UIN Alauddin Makassar.

Sementara itu, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa penghormatan kepada seorang pemimpin tidak berhenti pada seremoni, melainkan harus diwujudkan melalui dokumentasi gagasan dan rekam jejak pengabdiannya.

Baca Juga: Andi Sudirman Sulaiman Temui Bahlil, Bahas Terobosan Energi Pulau-Pulau Terpencil Sulawesi Selatan

"Purna bakti bukanlah akhir dari pengabdian. Justru di titik inilah warisan pemikiran dan keteladanan menjadi milik bersama. Buku biografi Prof. Musafir adalah ikhtiar merawat memori institusi agar perjalanan UIN Alauddin tidak kehilangan jejak, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk terus membangun kampus ini dengan integritas dan visi yang jauh ke depan," ujar Hamdan Juhannis.

Menurutnya, setiap periode kepemimpinan memiliki kontribusi yang saling melengkapi dalam perjalanan panjang UIN Alauddin Makassar. Karena itu, tradisi mendokumentasikan sejarah dan gagasan para pemimpin menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik.

Senada, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Muhaemin, M.Th.I., M.Ed., menilai penerbitan buku tersebut merupakan bentuk penghormatan akademik terhadap sosok yang telah memberi arah bagi perkembangan kampus.

"Jejak kepemimpinan Prof. Musafir adalah bagian dari sejarah intelektual UIN Alauddin Makassar. Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mewariskan nilai, keteladanan, dan rekam jejak kepemimpinan yang menjadi fondasi bagi kemajuan institusi di masa depan," katanya.

Peluncuran sekaligus bedah buku berlangsung di Alauddin Hotel & Convention Makassar, Rabu (22/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan universitas, guru besar, dosen, tenaga kependidikan, alumni, hingga sejumlah tokoh publik.

Bedah buku menghadirkan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Abd. Mujib, M.Ag., M.Si., serta dosen Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Dr. Syarifuddin Jurdi, M.Si., sebagai narasumber.

Keduanya mengulas berbagai sisi kepemimpinan Prof. Musafir, mulai dari penguatan tata kelola universitas, pengembangan akademik, hingga perluasan jejaring kerja sama yang dinilai menjadi fondasi penting bagi perkembangan UIN Alauddin Makassar pada periode-periode berikutnya. ***