POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) mengembangkan Ayam Alope-1, galur ayam kampung unggul hasil pemuliaan genetik yang diproyeksikan mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya dalam peningkatan produksi protein hewani.
Pengembangan Ayam Alope dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ayam Alope Unhas-1 Secara Terintegrasi dan Berkelanjutan yang digelar di Ballroom Hotel Unhas and Convention, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan akademisi, pemerintah, dan mitra strategis untuk menyusun strategi pengembangan Ayam Alope Unhas mulai dari penelitian, produksi bibit, hingga proses hilirisasi agar dapat diterapkan oleh masyarakat.
Baca Juga: Data Korban KM Nurul Salsa yang Tenggelam di Selayar Berubah, 25 Orang Belum Ditemukan
Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof. Syahdar Baba, mengatakan, pengembangan Ayam Alope dilakukan untuk menjawab tantangan produktivitas ayam kampung yang selama ini masih memiliki keterbatasan dari sisi pertumbuhan dan efisiensi pakan.
"Agar Ayam Alope dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, maka langkah selanjutnya adalah mengembangkan kualitas genetik, produksi bibit, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah," ujar Prof. Syahdar Baba.
Ayam Alope dikembangkan melalui proses pemuliaan genetik dengan menyeleksi individu-individu terbaik selama beberapa generasi. Seleksi tersebut dilakukan untuk mendapatkan galur ayam dengan pertumbuhan lebih cepat, efisiensi penggunaan pakan yang lebih baik, serta kemampuan beradaptasi dengan kondisi lingkungan tropis.
Baca Juga: Idrus Marham Bongkar Misi Besar IKA PTKIN, Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Unhas menyebut pengembangan galur unggul tersebut tetap mempertahankan karakter ayam kampung yang menjadi preferensi masyarakat, sekaligus meningkatkan produktivitas peternakan rakyat.
Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin Jompa, mengatakan hasil penelitian perguruan tinggi harus dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Hasil riset harus mampu dihilirisasi, diterapkan, dan memberi manfaat nyata. Ayam Alope menunjukkan bahwa inovasi kampus dapat berkembang menjadi solusi untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak," kata Prof. Jamaluddin Jompa.
Baca Juga: S2 Biomedik Segera Hadir di UIN Alauddin, Bidik Jadi Pusat Riset Kesehatan
Menurutnya, pengembangan Ayam Alope akan diperkuat melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan agar distribusi bibit unggul dapat menjangkau lebih banyak wilayah.
Pengembangan Ayam Alope berawal dari penelitian mahasiswa yang kemudian dilanjutkan oleh dosen dan peneliti Fakultas Peternakan Unhas. Saat ini, inovasi tersebut diarahkan menuju tahap produksi bibit dan penerapan di lapangan.
Selain menyediakan bibit unggul, Unhas juga menyiapkan pendampingan teknis bagi peternak agar teknologi yang dikembangkan dapat diterapkan secara efektif.
Melalui pengembangan Ayam Alope, Unhas mendorong pemanfaatan hasil riset bidang peternakan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. ***




