POJOKSULSEL, MAKASSAR - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar semakin serius membuka Program Studi Magister (S2) Biomedik. Sebelum diajukan untuk mendapatkan izin operasional, kampus tersebut mulai mematangkan fondasi akademik melalui penyusunan visi dan misi yang melibatkan pemerintah, akademisi, rumah sakit jejaring, hingga organisasi profesi.
Langkah itu dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) di Alauddin Hotel & Convention, Rabu (15/7/2026), sebagai bagian dari penyempurnaan dokumen usulan pembukaan Program Studi S2 Biomedik UIN Alauddin Makassar.
Dekan FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. dr. Dewi Setiawati, Sp.OG., M.Kes., mengatakan penyusunan visi dan misi menjadi tahapan penting agar program studi yang akan dibuka benar-benar mampu menjawab kebutuhan pembangunan kesehatan sekaligus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi biomedik.
Baca Juga: Idrus Marham Resmi Pimpin Forum Alumni 59 PTKIN, Tiga Agenda Besar Langsung Disiapkan
"Melalui FGD ini kami ingin menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan agar visi dan misi Program Studi S2 Biomedik benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mampu melahirkan lulusan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing," ujar Dewi Setiawati dikutip dari laman UIN Alauddin.
FKIK UIN Alauddin menargetkan Program Studi S2 Biomedik tidak hanya menjadi pusat pendidikan jenjang magister, tetapi juga menjadi penguatan ekosistem riset kesehatan yang mampu menghasilkan inovasi bagi pengembangan layanan kesehatan di Indonesia.
Pandangan tersebut diperkuat narasumber FGD, Prof. Dr. dr. Suryani As'ad, M.Sc., Sp.GK(K). Menurutnya, kehadiran Program Studi S2 Biomedik merupakan kebutuhan strategis di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan.
Baca Juga: Pendapatan Pajak Daerah Sulsel Melonjak Rp176 Miliar, Andi Sudirman Sulaiman Ungkap Strateginya
Ia menilai program tersebut akan memperkuat ketersediaan sumber daya manusia di bidang biomedik sekaligus mendorong lahirnya riset-riset yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Dalam forum itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK., M.Kes., juga mendorong agar Program Studi S2 Biomedik memiliki kekhasan yang berbasis pada potensi daerah.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memiliki data kesehatan ibu dan anak yang lengkap dan dapat menjadi modal penting dalam menentukan keunggulan akademik program studi tersebut.
Baca Juga: Tinjau Kebakaran di Jalan Mayor Haddade, Tasming Hamid Ingatkan Warga Waspada Musim Kemarau
"Kami memiliki data kesehatan ibu dan anak yang sangat lengkap dan mutakhir. Data tersebut dapat menjadi pijakan dalam menentukan keunggulan Program Studi S2 Biomedik sehingga riset yang dikembangkan benar-benar menjawab persoalan kesehatan di daerah," katanya.
Tak hanya itu, peserta FGD juga mengusulkan agar kurikulum S2 Biomedik mengakomodasi pengembangan bidang halal sebagai salah satu keunggulan. Langkah tersebut dinilai dapat membuka peluang lahirnya riset dan inovasi produk kesehatan halal yang semakin dibutuhkan masyarakat.
Seluruh masukan yang dihimpun dalam FGD akan menjadi dasar penyempurnaan visi dan misi sekaligus melengkapi dokumen usulan pembukaan Program Studi S2 Biomedik sebelum diajukan sesuai ketentuan yang berlaku. ***




