POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ketua Badan Pengawas Pemilu Provinsi Sulawesi Selatan (Bawaslu Sulsel), Mardiana Rusli, mengajak seluruh jajaran Bawaslu untuk memperkuat konsolidasi demokrasi di masa non tahapan pemilu.
Hal tersebut disampaikan Mardiana Rusli dalam amanatnya saat memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional yang berlangsung di halaman Kantor Bawaslu Sulsel, Rabu (17/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Mardiana Rusli menekankan pentingnya menjaga semangat pengawasan pemilu sebagai amanah negara yang harus dijalankan secara konsisten, tanpa bergantung pada dinamika anggaran.
Baca Juga: 387 Jemaah Haji Kloter 22 Tiba di Makassar, Pemkab Bone Pastikan Jemput 2 Jemaah Jalani Tanazul
“Refleksi semangat pelaksanaan tugas pengawasan pemilu sebagai amanat undang-undang harus dilakukan secara konsisten, serta tidak terkooptasi dengan anggaran,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Menurutnya, masa non tahapan bukan berarti aktivitas penguatan demokrasi berhenti.
Sebaliknya, periode tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat jaringan kelembagaan dan meningkatkan interaksi dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun budaya pengawasan pemilu secara partisipatif.
“Di masa non tahapan ini, kita perlu memperkuat konsolidasi demokrasi dengan jaringan dan kemampuan kita berinteraksi dengan masyarakat, mendorong semangat volunteeri,” katanya.
Baca Juga: Andi Rio Idris Padjalangi Menguat Pimpin DPN IKAJO SULSEL Periode 2026-2030
Mardiana Rusli menjelaskan bahwa konsolidasi demokrasi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi yang berkelanjutan. Melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pencerahan kepada masyarakat, Bawaslu diharapkan dapat terus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi.
“Konsolidasi demokrasi ini harus tetap dijalankan untuk memberikan pencerahan dan pendidikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran Bawaslu Sulawesi Selatan untuk menjadikan Hari Kesadaran Nasional sebagai momentum memperkuat komitmen pengabdian, profesionalitas. ***




