POJOKSULSEL, MAKASSAR - Perum BULOG Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat atau Perum BULOG Sulselbar mengusulkan pembangunan 11 gudang baru.
Usulan 11 gudang baru Perum Bulog Sulselbar menjadi bagian dari rencana besar Perum BULOG pusat yang akan membangun 100 titik gudang baru secara nasional dengan total anggaran sekitar Rp5 triliun.
Kepala Perum BULOG Sulselbar, Fahrurozi, menjelaskan dari total 11 gudang yang diusulkan, delapan di antaranya akan dibangun di atas lahan milik BULOG.
Sementara tiga gudang lainnya masih menunggu proses hibah lahan dari pemerintah daerah.
Fahrurozi merinci, delapan titik lokasi pembangunan gudang baru tersebut berada di Kabupaten Bulukumba, Kota Palopo, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Bone, Kabupaten Wajo, serta dua titik tambahan di Kota Parepare.
Baca Juga: Kisah Menginspirasi Daeng Lipung, Penjual Ikan Keliling yang Kini Jadi Tamu Allah
Sementara itu, tiga gudang lainnya direncanakan dibangun di Kabupaten Mamasa, Kabupaten Kepulauan Selayar, dan Kabupaten Bone dengan status lahan hibah dari pemerintah daerah.
Menurutnya, pembangunan gudang ini bertujuan untuk memperkuat infrastruktur penyimpanan hasil pangan, khususnya beras, agar distribusi dan cadangan pangan pemerintah semakin optimal.
“Memang ada rencana dari pusat untuk membangun 100 titik atau 100 lokasi dalam rangka membangun gudang tambahan dengan anggaran kira-kira sekitar Rp5 triliun, sesuai arahan yang telah disampaikan,” ujar Fahrurozi.
Saat ini, kata dia, kantor pusat Perum BULOG masih dalam tahap penyusunan feasibility study atau studi kelayakan untuk memastikan lokasi yang diusulkan benar-benar layak dibangun gudang.
Baca Juga: Indo Rampa Hilang di Hutan Palopo
Tidak hanya itu, tim di lapangan juga sedang melakukan soil tester atau uji kelayakan tanah.
Langkah ini penting untuk memastikan kondisi tanah mampu menopang bangunan gudang dengan kapasitas penyimpanan hingga 1.000 ton.
“Di lapangan saat ini sedang kami lakukan soil tester terkait kelayakan tanahnya, apakah bisa dipakai untuk gudang dan menampung kapasitas 1.000 ton. Karena bebannya besar, tanah harus diuji terlebih dahulu apakah nanti ketika dibangun akan bertahan,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses ini menjadi bagian penting sebelum pembangunan fisik dimulai. Jika hasil uji tanah dan studi kelayakan dinyatakan aman, maka kantor pusat akan melanjutkan ke tahap perencanaan konstruksi hingga proses tender proyek.
“Setelah itu baru nanti direncanakan oleh kantor pusat untuk melakukan perencanaan pembangunan, lalu dilakukan tender. Jadi kemungkinan di akhir tahun baru mulai proses pelaksanaan,” lanjutnya.
Saat ini, pihak BULOG Sulselbar masih fokus memberikan dukungan teknis di daerah, khususnya dalam proses soil tester dan koordinasi lapangan. ***




