POJOKSULSEL, MAKASSAR - Asis Daeng Lipung, seorang penjual ikan keliling asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berangkat ke Tanah Suci pada tahun 2026. Mimpinya ke baitullah terwujud usai menabung puluhan tahun.
Setiap hari, Daeng Lipung berjualan ikan menggunakan sepeda keliling kampung. Dari aktivitas jadi penjual ikan keliling, ia hanya memperoleh penghasilan sekitar Rp100 ribu per hari.
Namun menariknya, di tengah aktivitasnya sebagai penjual ikan keliling, Daeng Lipung tetap menyisihkan sebagian rezekinya demi satu impian besar, yakni menunaikan ibadah haji bersama keluarga.
Dengan disiplin tinggi, Daeng Lipung menabung antara Rp30 ribu hingga Rp50 ribu setiap hari. Kebiasaan itu ia lakukan selama bertahun-tahun tanpa pernah menyerah.
Baca Juga: Indo Rampa Hilang di Hutan Palopo
Dari hasil tabungan tersebut, pada tahun 2010 ia berhasil mendaftarkan dirinya, sang istri, dan mertuanya sebagai calon jemaah haji.
“Niat untuk berhaji sudah lama saya tanamkan. Walaupun kondisi ekonomi sering jadi tantangan, saya tetap berusaha,” ujar Asis.
Perjalanan menuju Baitullah tentu tidak berjalan mulus. Saat namanya dinyatakan masuk dalam daftar calon jemaah haji tahun ini, Daeng Lipung sempat terkejut karena belum memiliki dana yang cukup untuk pelunasan biaya haji.
Ia juga sempat menghadapi kendala tunggakan saat proses pendaftaran. Namun, berkat kerja keras, doa tulus, dan keyakinan yang tak tergoyahkan, satu per satu hambatan itu berhasil ia lewati.
Baca Juga: IKAJO Sulsel Apresiasi Terpilihnya Mahasiswa Asal Sulsel sebagai Anggota Majelis Wali Amanat UGM
Kisah perjuangannya menjadi gambaran nyata bahwa impian besar tidak selalu harus dimulai dari kondisi yang serba cukup. Justru dari kesederhanaan, lahir keteguhan yang luar biasa.
Pada Sabtu, 25 April 2026 pagi pukul 08.00 Wita, Daeng Lipung telah tiba di Asrama Haji Embarkasi Makassar. Ia dijadwalkan berangkat menuju Arab Saudi pada pukul 20.20 Wita bersama rombongan jemaah lainnya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Alim Bahri, menyampaikan bahwa sebanyak 387 calon jemaah haji asal Gowa yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 7 telah memasuki Asrama Haji Makassar.
“Jemaah haji asal Gowa tahun ini rata-rata menunggu sekitar 15 tahun sebelum akhirnya diberangkatkan pada 2026,” jelasnya.
Tak hanya itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah jemaah haji yang sudah diberangkatkan dari Embarkasi Makassar mencapai 2.354 orang.
Mereka berasal dari enam kelompok terbang (kloter) dari total 43 kloter yang akan diberangkatkan melalui Embarkasi Makassar tahun ini. ***




