POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ada yang berbeda pada acara wisuda hari ketiga Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang berlangsung di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sabtu (18/4/2026).

Kali ini, suasana wisuda berubah menjadi ajang dukungan untuk kemerdekaan Palestina dari para wisudawan UMI Makassar. Bendera Palestina berkibar. Para wisudawan juga memegan bendera Palestina dalam ukuran kecil.

Lagu berjudul Free Palestine yang dipopulerkan penyayi religi internasional Maher Zain juga dinyanyikan di acara wisuda UMI. Para wisudawan turut serta bernyanyi sebagai bentuk dukungan kepada Palestina.

Pada hari ketiga wisuda, UMI melepas 1.081 lulusan. Terbanyak dari Fakultas Kedokteran yaitu 312 orang. Terbanyak kedua dan ketiga adalah Program Profesi Dokter 172 orang dan Fakultas Teknologi Industri 147 orang.

Disusul Fakultas Agama Islam 130 orang, , Program Profesi Insinyur 115 orang, Fakultas Farmasi 106 orang, dan Program Profesi Apoteker 99 orang.

Baca Juga: Prof Syaharuddin Usman Buka CBT Angkatan II UIN Alauddin, Penguatan Karakter Jadi Syarat Kelulusan

Sementara itu, selama tiga hari pelaksanaan wisuda, UMI secara keseluruhan telah melepas 3.024 wisudawan dan wisudawati.

Rektor UMI Makassar, Prof. Hambali Thalib, mengatakan bahwa hari wisuda bukan sekadar hari kelulusan, melainkan hari penyerahan masa depan bangsa kepada para lulusan yang akan mengabdi di tengah masyarakat.

Ia juga mengatakan, di balik toga dan gelar, ada perjuangan panjang yang telah dilalui para lulusan. Mulai dari kegagalan praktik hingga penyelesaian skripsi yang memakan waktu tidak sebentar. Namun itu semua adalah bukti wisudawan UMI Makassar adalah petarung.

"Semua perjuangan itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa para lulusan UMI adalah petarung sejati yang telah memilih untuk bertahan," ungkapnya.

Olehnya itu dia menekankan dua hal penting kepada para wisudawan yakni profesi bukan sekadar pekerjaan, tetapi kepercayaan yang dipinjamkan Allah kepada manusia, dan gelar hanya akan bermakna bila dijalankan dengan integritas.

Baca Juga: Ikbal Ismail Beber Layanan Baru pada One Stop Service di Asrama Haji Makassar 2026

Rektor juga menyinggung tantangan masa depan yang ditandai perubahan teknologi sangat cepat, hadirnya kecerdasan buatan, dan persaingan global yang semakin ketat.

Namun ia menegaskan bahwa teknologi mungkin dapat menggantikan sebagian keterampilan manusia, tetapi tidak akan pernah mampu menggantikan hati nurani.

"Keunggulan lulusan tidak hanya terletak pada kecakapan akademik, tetapi juga pada kualitas moral dan kemanusiaannya," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Rektor turut memaparkan penguatan mutu kelembagaan UMI. Di mana saat ini UMI memiliki 67 program studi pada jenjang Diploma Tiga, Sarjana, Profesi, Spesialis, Magister, dan Doktor.

Dari jumlah itu, 50 persen telah terakreditasi Unggul dan A, 48 persen terakreditasi Baik Sekali, B, dan Baik, sedangkan sekitar 2 persen merupakan program studi baru dengan akreditasi sementara.

"Hingga saat ini, jumlah alumni UMI telah mencapai 142.995 orang, dan kampus ini juga memiliki 117 Guru Besar, yang disebut sebagai jumlah terbanyak pada perguruan tinggi swasta di Indonesia," jelasnya.

Hambali Thalib juga menyampaikan, terima kasih kepada para orang tua atas kepercayaan kepada UMI dalam mendidik putra-putri mereka. Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi menjadikan ilmu sebagai jalan untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi umat manusia.

Baca Juga: Munafri Arifuddin Minta Orado Sulsel Berprestasi, Firman Zulkadri Beri Respons Begini

“UMI tidak ingin kalian hanya sukses, tetapi ingin kalian bermakna dan bermanfaat untuk sebanyak-banyaknya umat manusia,” tegasnya. ***