POJOKSULSEL, MAKASSAR - Personel Patroli Perintis Presisi Satuan Samapta Polrestabes Makassar mengintensifkan patroli pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu (25/3/2026) malam.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polrestabes Makassar.
Patroli Perintis Presisi wilayah hukum Polrestabes Makassar dilakukan secara mobile dan dialogis dengan menyasar pusat keramaian, pemukiman warga, serta lokasi yang berpotensi terjadi tindak kriminalitas.
Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu mencegah potensi gangguan keamanan, terutama saat aktivitas masyarakat masih tinggi setelah perayaan Lebaran.
Kegiatan patroli Perintis Presisi dilakukan secara rutin di beberapa wilayah yang dianggap rawan gangguan kamtibmas.
Baca Juga: Samsung Perkenalkan Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G, Hadirkan Fitur AI Kelas Pro
Petugas bergerak secara mobile, menyisir jalan protokol, kawasan pemukiman, hingga pusat aktivitas masyarakat.
Selain melakukan pemantauan, personel juga berdialog langsung dengan warga untuk memberikan imbauan keamanan.
Pendekatan humanis ini dilakukan guna meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang baik antara polisi dan warga.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin, mengatakan patroli tersebut merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
"Patroli dilaksanakan secara rutin untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, terutama pasca Lebaran di mana aktivitas masyarakat masih cukup tinggi," ujarnya.
Baca Juga: Tren Pernikahan Bulan Syawal, Kemenag Sulsel Catat 168 Pasangan Daftar Nikah dalam 4 Hari
Menurut Wahiduddin, periode pasca Lebaran sering kali diiringi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.
Kondisi tersebut berpotensi memunculkan berbagai gangguan keamanan, mulai dari pencurian hingga tindak kriminal lainnya.
Karena itu, Polrestabes Makassar meningkatkan intensitas patroli, khususnya di lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Petugas juga diminta aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar turut menjaga keamanan lingkungan masing masing.
Menariknya, patroli tidak hanya bersifat pengawasan, tetapi juga mengedepankan komunikasi langsung dengan warga.
Dengan demikian, masyarakat dapat menyampaikan informasi atau keluhan terkait keamanan di lingkungan mereka.
Selain patroli, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gangguan keamanan.
Baca Juga: Pernikahan Marak Saat Syawal, Ali Yafid Ungkap Fakta di Balik Kebiasaan Masyarakat Bugis-Makassar
Warga diminta memastikan rumah dalam kondisi aman saat ditinggal, serta meningkatkan pengawasan lingkungan.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat dinilai mampu mencegah niat dan kesempatan pelaku kejahatan. Pendekatan preventif ini diharapkan dapat menjaga situasi keamanan tetap terkendali.
Jika ditarik ke konteks lebih luas, langkah patroli intensif ini menjadi bagian dari strategi kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan kota.
Terlebih, aktivitas masyarakat pasca Lebaran biasanya masih tinggi, baik di pusat perbelanjaan maupun kawasan pemukiman.***




