POJOKSULSEL, MAKASSAR - Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bulog Kanwil Sulselbar) memastikan stok beras, jagung, minyak goreng masih aman saat Ramadan dan lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Manajer Pengadaaan Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Rahmatullah mengatakan, stok beras Perum Bulog Sulselbar mencapai 570 ribu ton. Sementara jagung 9 ribu ton. Stok tersebut tersebar di 11 kantor cabang.
"Ramadan dan lebaran, stok beras dan minyak serta jagung cukup. Jadi tidak ada kekhawatiran dan insyaallah tidak akan ada kenaikan harga," kata Rahmatullah.
Ia mengatakan, stok beras yang dimiliki Bulog Kanwil Sulselbar cukup hingga akhir tahun, Sehingga tidak ada alasan akan terjadi kenaikan harga.
"Kalau stok beras itu sampai akhir tahun aman. Kalau untuk komoditi lain sampai tiga bulan ke depan tidak ada masalah," kata Rahmatullah kepada wartawan, Selasa (10/2/20206).
Baca Juga: ITB Nobel Indonesia Dinobatkan sebagai Kampus Wisuda Paling Berkesan, Tema One Peace Curi Perhatian
Tidak hanya itu, Rahmatullah juga memastikan stok dan distribusi pangan di Luwu Raya masih aman. Bulog Kantor Cabag Palopo memiliki lima gudang.
Data Bulog Kanwil Sulselbar per tanggal 9 Februari 2026 menunjukkan bahwa stok minyak goreng di Sulawesi Selatan mencapai 335.000 liter. Gula pasir 718 ton dan terigu 12,6 ton.
Sementara itu, Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional, Brigjen Pol Hermawan, memastikan kondisi pangan di Sulawesi Selatan secara keseluruhan masuh aman saat Ramadan dan lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
"Perlu saya informasikan bahwa di Sulsel itu pangan secara keseluruhan aman, untuk persiapan puasa dan hari besar keagamaan nasional dan Imlek, di sini betul-betul aman," kata Brigjen Pol Hermawan.
Ia mengatakan, seluruh produksi pangan hampir sebagaian besar ada di Sulsel. Kecuali bawang putih yang 95 persen dipasok dari luar.
Baca Juga: 74 Perusahaan Ikut Tender Proyek RS Regional Luwu, Pembangunan Fisik Dimulai Tahun Ini
Karena itu, Hermawan menegaskan bahwa tidak ada alasan para pedagang menjual komoditi di atas harga eceran tertingi (HET). Karena seluruh produk aman.
Bahkan, kata Hermawan mengatakan, komosditi tertentu seperti ayam, daging, dan telur itu produksi berlebih.
"Kalau produksi surplus berarti harga ke produsen murah. Kalau sampai harga hilir tinggi, berarti itu permainan pedagang, Itu yang akan segera ditindaklanjuti dari Satgas," ungkapnya.
Diketahui, Rapat Koordinasi Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) pelanggaran harga, keamanan dan mutu pangan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026 digelar di Gedung Lappo Ase, Perum Bulog Sulselbar, Selasa (10/2/2026).
Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional, Brigadir Jenderal Polisi Hermawan memberikan pemaparan dalam rapat tesebut.
Karmila Hasmin Marunta juga menyampaikan pemaparan mewakili Pemimpin Wilayah Kanwil Sulsel dan Sulbar bersama Dirreskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol. Dedi Supriyadi selaku Ketua Sapu Bersih Sulawesi Selatan. ***




