POJOKSULSEL, MAKASSAR - Armada bus sekolah gratis milik Pemerintah Kota Makassar (Pemkot Makassar) kembali bertambah. Kali ini, Kementerian Perhubungan RI menyumbang satu unit Bus Sekolah Rakyat kepada Kota Makassar.

Kepala Bidang Angkutan Umum dan Prasarana Dinas Perhubungan Makassar, Jusman, mengatakan bantuan tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 69 Tahun 2025. Kota Makassar menjadi salah satu penerima dari total 150 unit bus sekolah yang disalurkan secara nasional.

“Kota Makassar mendapatkan satu unit bus sekolah tipe sedang dengan kapasitas 19 kursi. Bus ini diperuntukkan khusus untuk operasional angkutan siswa,” ujar Jusman dalam keterangan tertulis, Minggu (15/12/2025).

Dengan tambahan tersebut, jumlah armada bus sekolah gratis yang dikelola Dishub Makassar meningkat dari lima menjadi enam unit, atau setara dengan enam trayek layanan.

Baca Juga: Selamat! FEBI UIN Alauddin Makassar Kembali Cetak Guru Besar Bidang Manajemen

Total kapasitas tempat duduk yang tersedia kini mencapai 150 kursi, terdiri dari 131 kursi pada lima bus lama dan 19 kursi dari satu bus baru.

Jusman menjelaskan, bus bantuan Kementerian Perhubungan tersebut akan dikelola sepenuhnya oleh Pemkot Makassar dan difokuskan untuk mendukung program Sekolah Rakyat. Pemanfaatannya juga wajib dilaporkan secara berkala setiap tiga bulan kepada pemerintah pusat.

"Alhamdulillah, sejalan dengan program Pak Wali Kota, bus sekolah gratis ini sangat membantu siswa, terutama dari kalangan masyarakat kurang mampu," kata Jusman.

Terkait operasional, Dishub Makassar akan menerapkan skema yang sama seperti layanan bus sekolah gratis yang telah berjalan sebelumnya. Namun, penempatan trayek masih akan dievaluasi berdasarkan kebutuhan dan tingkat kepadatan penumpang.

Baca Juga: Unhas Beri Penjelasan Resmi soal Pakta Integritas Prof Jamaluddin Jompa di Pilrek 2022

“Kita akan evaluasi trayek yang load factor-nya sudah di atas 100 persen. Bisa juga kita desain trayek baru sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas Jusman.

Saat ini, lima bus sekolah yang beroperasi melayani lima koridor utama, yakni Terminal Mallengkeri–Karebosi, Terminal Daya–Karebosi, Terminal Panakkukang–Karebosi, Antang–Karebosi, serta Terminal Daya–Untia. Total sekolah yang terlayani mencapai 79 sekolah dari berbagai jenjang.

Berdasarkan data Dishub Makassar, tingkat pemanfaatan layanan bus sekolah gratis tergolong sangat tinggi. Hingga periode Januari–Oktober 2025, load factor mencapai 141 persen, menandakan jumlah penumpang kerap melebihi kapasitas tempat duduk.

“Antusias siswa sangat tinggi. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap bus sekolah gratis masih sangat besar,” ungkap Jusman.

Pada Oktober 2025 saja, rata-rata jumlah siswa yang diangkut mencapai 5.980 orang per bulan, dengan trayek Terminal Daya–Karebosi sebagai rute terpadat yang melayani 1.851 siswa.

Melihat tingginya kebutuhan tersebut, Dishub Makassar menilai jumlah armada bus sekolah masih perlu ditambah. Berdasarkan hasil survei, kebutuhan ideal layanan bus sekolah di Makassar sedikitnya mencakup delapan trayek untuk menjangkau wilayah utara, selatan, timur, dan barat kota.

“Wilayah hinterland dan perbatasan Makassar–Maros masih membutuhkan layanan bus sekolah. Ini yang terus kami dorong,” ujarnya.

Selain menambah armada, Dishub Makassar juga mengedepankan aspek keselamatan. Sejumlah bus sekolah telah dilengkapi teknologi pendukung seperti CCTV, GPS, Wi-Fi, sensor, hingga sistem berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk memantau perilaku pengemudi dan posisi kendaraan secara real time.

Baca Juga: Korban Kecelakaan Lalulintas di Makassar Alami Trauma Psikis dan Kesulitan Biaya Pemulihan

“Teknologi ini membantu memastikan keselamatan siswa selama perjalanan,” tutup Jusman. ***