POJOKSULSEL, MAKASSAR - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar kembali menorehkan capaian akademik dengan bertambahnya satu guru besar. Kali ini, Dr. Siradjuddin, SE, M.Si resmi meraih jabatan fungsional akademik Profesor dalam bidang Ilmu Manajemen/Kepemimpinan.
Dengan pencapaian tersebut, jumlah guru besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar kini menjadi delapan orang profesor. Kehadiran guru besar baru ini dinilai semakin memperkuat kualitas akademik dan daya saing fakultas.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Amiruddin K, M.EI, menyambut gembira bertambahnya profesor di lingkungan fakultas yang dipimpinnya.
“Kami sebagai pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam tentu sangat mengapresiasi bertambahnya satu lagi guru besar, yaitu Prof. Dr. Siradjuddin, SE, M.Si. Ini adalah capaian yang membanggakan,” ujar Prof Amiruddin kepada wartawan pojoksulsel, Senin (15/12/2025).
Baca Juga: Unhas Beri Penjelasan Resmi soal Pakta Integritas Prof Jamaluddin Jompa di Pilrek 2022
Ia menjelaskan, Prof. Sirajuddin merupakan dosen dengan homebase di Program Studi Manajemen. Dengan pencapaian ini, Prodi Manajemen kini telah memiliki dua guru besar, yakni Prof. Dr. Hj. Rika Dwi Ayu Permitasari, S.E., M.Comm dan Prof. Sirajuddin.
Sebelumnya, Prof. Sirajuddin juga pernah mengemban sejumlah jabatan akademik, di antaranya sebagai Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi serta Sekretaris Jurusan pada Program Studi S2 Ekonomi Islam. Saat ini, ia kembali memperkuat Prodi Manajemen sebagai homebase utamanya.
Prof Amiruddin menambahkan, meskipun Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam merupakan fakultas termuda di UIN Alauddin Makassar, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mutu pendidikan agar mampu bersaing dengan fakultas lain.
“Kami terus melakukan pengembangan, perubahan, dan inovasi untuk meningkatkan mutu fakultas dan mutu pendidikan, sehingga FEBI memiliki reputasi dan daya saing tinggi, khususnya dengan perguruan tinggi negeri di Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Baca Juga: Korban Kecelakaan Lalulintas di Makassar Alami Trauma Psikis dan Kesulitan Biaya Pemulihan
Ke depan, FEBI UIN Alauddin Makassar menargetkan penambahan jumlah guru besar secara signifikan. Pada tahun 2026, fakultas ini berharap setidaknya lima dosen dapat menyusul meraih jabatan profesor.
Selain itu, pihak fakultas juga mendorong dosen bergelar magister untuk melanjutkan studi ke jenjang doktoral. Ditargetkan pada tahun 2027, seluruh dosen FEBI telah bergelar doktor, dengan jumlah guru besar mencapai minimal 15 profesor.
“Dengan lahirnya guru besar baru ini, kami berharap mutu akademik semakin meningkat dan proses belajar mengajar semakin berkualitas,” tutup Prof Amiruddin.
Sebelumnya, UIN Alauddin Makassar juga berhasil menambah tujuh guru besar dalam rumpun ilmu agama.
Penetapan tujuh guru besar baru tersebut sekaligus memperkuat posisi UIN Alauddin Makassar sebagai salah satu kampus dengan pertumbuhan profesor tercepat di kawasan timur Indonesia.
Tujuh guru besar baru UIN Alauddin Makassar terdiri atas lima laki-laki dan dua perempuan. Mereka berasal dari empat fakultas berbeda.
Rinciannya, tiga orang dari Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), dua dari Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF), serta masing-masing satu orang dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) dan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH).
Baca Juga: Sinergi Media, Bantuan Kemanusiaan FKM Parepare Tiba di Kodaeral VI Makassar
Nama-nama tujuh guru besar Baru UIN Alauddin Makassar:
1. Dr. Firdaus, M.Ag.
2 Drs. Wahyuddin H, M.A., Ph.D.
3. Dr. Hj. Asni, S.Ag., M.HI.
4. Dr. H. Abd. Rauf Muhammad Amin, Lc., M.A.
5. Dr. Nur Syamsiah, M.Pd.I.
6. Dr. H. Afifuddin, Lc., M.Ag.
7. Dr. Hj. Marhaeni Saleh M, M.Pd.
***




