POJOKSULSEL, MAKASSAR - Nobel Institut Indonesia atau Nobel Indonesia kembali menghadirkan konsep wisuda yang out of the box. Pada Wisuda Sarjana XXIII dan Pascasarjana XVI yang digelar di Hotel Claro, Rabu (26/11/2025), kampus tersebut mengusung tema Roblox.

Begitu pembukaan dimulai, layar monitor menampilkan visual gedung Nobel Indonesia yang dibuat dalam versi gim. Para pimpinan kampus hadir dalam bentuk avatar Roblox, sementara lagu “Smells Like Teen Spirit” dari Nirvana menambah atmosfer panggung yang penuh energi. Ratusan wisudawan tampak antusias menyaksikan konsep penyajian yang tidak biasa itu.

Rektor Nobel Indonesia, Badaruddin, mengatakan pemilihan tema Roblox merupakan lanjutan dari tradisi kampus menghadirkan konsep kreatif setiap tahun.

Baca Juga: Pemkab Maros Terima Penghargaan Kemendagri, Apdesi, dan LAN RI dalam Rentang Satu Hari

Setelah sebelumnya mengangkat tema One Piece, tahun ini pihaknya memilih Roblox sebagai representasi dunia digital yang memberi ruang tak terbatas untuk berkreasi.

"Di Roblox, setiap pemain punya kesempatan untuk menjadi pencipta. Mereka bisa membangun kota, menciptakan permainan, bahkan menghadirkan pengalaman yang belum pernah ada," ujar Badaruddin.

Ia menambahkan, pengalaman itu selaras dengan perjalanan para mahasiswa selama kuliah. Menurutnya, tugas, proyek, dan diskusi yang dijalani adalah “building block” yang membentuk karakter, kemampuan, dan visi masa depan lulusan.

“Sama seperti Roblox, kampus adalah ruang eksperimen. Kadang berhasil, kadang gagal total. Tapi justru di situlah pembelajaran terjadi,” kata Badaruddin.

Baca Juga: 500 Guru Ikut Uji Kompetensi Calon Kepala Sekolah, Pemkot Makassar Perketat Seleksi

Ia berpesan agar para lulusan membangun dunia mereka sendiri menggunakan kreativitas, teknologi, dan nilai-nilai yang dipelajari selama studi. “Jadilah creator, bukan sekadar player,” tegasnya.

Pembina Yayasan Pendidikan Nobel Makassar, Mutiawan M. Handaling, turut menyampaikan selamat kepada 247 wisudawan yang berhasil menyelesaikan pendidikan mereka. Ia menegaskan bahwa prosesi ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari fase pembelajaran yang lebih luas.

“Kami berharap gelar hari ini menjadi berkah untuk karir maupun bisnis. Tetap rendah hati dan gunakan ilmu untuk memberi manfaat,” ujarnya.

Mutiawan juga mengingatkan lulusan agar tidak terburu-buru mengambil langkah hidup. “Ada hal-hal yang memang butuh proses. Nikmati perjalanan, tapi jangan menunda,” pesannya.

Baca Juga: UIM Al-Gazali Pacu Pendirian Fakultas Kedokteran, Tahap Penilaian Kesiapan Akademik

Pada acara tersebut, Nobel Indonesia juga memberikan sejumlah penghargaan bagi tokoh daerah, mahasiswa, dan alumni berprestasi.

Bupati Pinrang, Irwan Hamid, menerima Nobel Education Award. Sementara untuk kategori kewirausahaan:

Firmansyah terpilih sebagai Mahasiswa Pengusaha (Sarjana)

Elisabeth Kristina Augustyn meraih Alumni Pengusaha (Sarjana)

Ahyar Amnur memenangkan kategori Mahasiswa Pengusaha (Pascasarjana)

Chandranan Arief dinobatkan sebagai Alumni Pengusaha (Pascasarjana)

***