POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Selatan, Friece Sumolang, menjelaskan program-program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, di Sulsel dalam satu tahun ini.
Friece Sumolang mengatakan, ada banyak hal yang sudah dicapai oleh Kementerian Imigrasi dan pemasyarakatan, khususnya di Sulsel.
Friece Sumolang, 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan adalah turunan dari Program Asta Cita Presiden RI dan Wapres RI.
"Terkait dengan 13 program akselerasi ini, kalau di Imigrasi wilayah Sulsel hanya enam," katanya saat press release capaian kinerja 2025 bertempat di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan Senin (20/10/2025).
Baca Juga: Kalimantan Timur Raih Juara Umum STQH Nasional 2025 di Kendari, Ini Daftar Peringkat 2 hingga 10
Pertama, adalah meningkatkan pelayanan publik di bidang keimigrasian berbasis digital.
Program tersebut sudah berjalan dengan baik, seperti paspor, izin tinggal, maupun pelayanan yang lain sudah berbasis digital.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar telah menyiapkan tempat untuk masyarkat medapatkan informasi terkait dengan pelayanan keimigrasian yang telah dilaksanakan.
Kedua, pengembangan autogate pada seluruh bandara dengan penerbangan internasional.
Baca Juga: Wali Kota Tasming Hamid Dukung Pembangunan Pondok Putri NU, Janjikan Perbaikan Akses Jalan
"Di Bandara Hasanuddin ini sudah ada gate khusus internasional. Sudah berjalan ini. Angkasa Pura sudah membuka gate khusus penerbangan internasional," katanya.
Ia mengatakan, Menteri Imigrasi dan Pemsyarakatan memberikan tempat pemeriksaan internasional.
Ketiga, pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tindak pidana penyelundupan manusia (TPPM)
Friece Sumolang mengatakan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar, telah membentuk desa binaan.
Baca Juga: Andi Sudirman Luncurkan MYP Rp3,7 Triliun di Hari Jadi Sulsel, Ini 3 Proyek Raksasa Siap Dibangun
Desa Binaan Imigrasi bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mencegah terjadinya TPPO dan TPPM.
Ia mengatakaan, Desa Binaan Imigrasi telah mendapat apresiasi dari negara-negara ASEAN.
Kelima, penguatan pemeriksaan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).
Ia mengatakan, Sulsel mendapatkan apresiasi nasional terkait pelayanan keimigrasian pada musim haji tahun ini.
Baca Juga: Nama-nama Mahasiswa IAIN Parepare Pemenang Duta Baca Kota Parepare
Tidak hanya itu, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI menjadi pelopor antisipasi pemberangkatan haji ilegal.
"Itu awalnya ada di Makassar, lalu tersebar di tempat-tempat pemeriksaan keimigrasian yang lain," ungkapnya.
Terakhir, bakti sosial dengan sasaran di wilayah perbatasan
Friece Sumolang menjelaskan bahwa untuk mendukung ketahanan pangan maka dilakukan penanaman pohon kelapa serentak di Indonesia.
Khusus di Sulsel dipusatkan di Kabupaten Kepulauan Selayar dengan penanaman 5 ribu bibit kelapa.
***




