POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sebanyak empat mahasiswa dan mahasiswi IAIN Parepare dinobatkan sebagai juara Duta Baca Kota Parepare di seluruh kategori utama.
Dalam ajang tahunan tersebut, mahasiswa IAIN Parepare berhasil meraih juara 1, 2, 3 dan Harapan 2 Duta Baca Kota Parepare.
Hamdana Hamsi, mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam IAIN Parepare dinobatkan sebagai Juara 1 berkat gagasan inovatif bertajuk “Dari Buku ke Panggung”, sebuah program yang menghidupkan isi buku melalui pertunjukan teater pada ajang Duta Kota Parepare .
"Tantangan literasi di era digital adalah menjadikan membaca sebagai tren. Saya ingin menyajikannya dengan cara yang lebih visual dan interaktif,” ujar Hamdana dikutip laman IAIN Parepare.
Baca Juga: Komitmen Umat Beragama dalam Menggerakkan Jihad Lingkungan
Muh. Fiqri Alif Utama mahasiswa Manajemen Keuangan Syariah dinobatkan sebagai juara 2. Ia mengusung program “Jejak Aksara”, yang mendorong kolaborasi UKK/UKM dalam membangun budaya baca melalui kegiatan lapak buku.
“Saya bersyukur bisa mengharumkan nama kampus. Terima kasih kepada DPL KKN saya, Bu Suhartina, karena pengalaman KKN menjadi poin penting dalam presentasi saya,” ungkapnya.
Adapun Muhammad Fahrul , mahasiswa Hukum Tata Negara berhasil mengamankan juara 3, menawarkan pendekatan modern melalui program “IAIN Parepare Reading Street”, yang menyebarkan konten literasi digital seperti puisi, cerita pendek, dan kutipan melalui QR Code di seluruh area kampus.
“Konsep ini menyesuaikan dengan gaya baca generasi Z yang visual dan instan,” jelas Fahrul. Ia berharap program ini mendapat dukungan penuh dari kampus.
Baca Juga: Ini Performa Lengkap Kafilah Sulsel pada STQH Nasional Kendari, 4 Peserta Dapat Juara Harapan
Sementara itu, Dwi Syuhada, mahasiswi Pendidikan Agama Islam meraih harapan 2. Dirinya menginisiasi program “Pohon Literasi Digital” yang mengajak mahasiswa mereviu buku di media sosial dan membiasakan kunjungan ke perpustakaan sebagai rutinitas.
Selain meraih prestasi, para finalis juga membagikan refleksi dan pandangan tentang pentingnya peran kolektif dalam membangun budaya literasi.
“Menjadi penggerak literasi bukan tugas satu orang, tapi tanggung jawab bersama,” tegas Fahrul.
“Saya banyak belajar dari finalis lain mengenai kondisi literasi di Parepare. Ini pengalaman yang sangat berharga,” tambah Dwi.
Fahrul juga menekankan bahwa membaca adalah proses mendalam yang membentuk cara berpikir dan bertindak.
“Membaca bukan sekadar memindahkan halaman, tapi memahami, mengekspresikan, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini kebutuhan sepanjang hayat,” ujarnya.
Diketahui, dalam proses seleksi, terdapat 24 peserta yang mendaftar dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa (IAIN Parepare, ITH, UNM, DDI, Umpar), siswa sekolah, hingga pegiat literasi.
Setelah melalui tahap administrasi dan wawancara awal, ditetapkan 10 peserta yang lolos ke babak final, empat di antaranya berasal dari IAIN Parepare. ***




