POJOKSULSEL, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan atensi besar dalam mewujudkan lingkan bersih, sehat dan berkelanjutan. Salah satu yang harus diperangi bersama-sama adalah sampah.
Munafri Arifuddin mengatakan, Kota Makassar telah mencanangkan bebas sampah atau zero waste 2029.
Munafri menjelaskan, keberhasilan memperbaiki lingkungan dengan mengelola sampah secara baik, tidak cukup dengan teori dan imbiaun
"Kita tidak bisa hanya berbicara soal lingkungan tanpa aksi nyata," kata Appi, sapaan akrab Wali Kota Makassar dikutip rilis Humas Pemkot Makassar pada Kick Off Makassar Eco Circular Hub, Selasa (7/9/2025).
Baca Juga: Bupati Gowa Bawa Bantuan Tanggap Darurat untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Desa Sakkolia
Ia mengatakan, zero waste 2029 akan didahului oleh rumah tangga zero waste pada tahun 2028.
Salah satu langkah konkret yang ditekankan adalah pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.
Ia mengatakan, memerangi sampah rumah tangga dapat dilakukan dengan menyiapakn dua tempat sampah di setiap rumah. Tempat sampah organik dan non-organik.
Jika gerakan itu masif maka akan dapat mengurangi lebih dari 50 persen volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) setiap harinya.
Baca Juga: Bencana Angin Kencang di Gowa Akibatkan 332 Rumah dan Fasum Rusak di Tiga Kecamatan
"Kuncinya ada pada perubahan kebiasaan. Kalau masyarakat mulai membiasakan memilah sampah dan membuangnya pada tempat yang tepat, maka separuh persoalan lingkungan kita sudah selesai," tegasnya.
Selain menekankan pengelolaan sampah dari sumber, Munafri juga mendorong agar hasil dari pengelolaan sampah terintegrasi dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang bernilai ekonomi.
Output dari sistem pengelolaan tersebut, kata dia, bisa dikembangkan menjadi berbagai kegiatan seperti pertanian lahan sempit (urban farming dan vertical garden), peternakan kecil seperti ayam dan itik, hingga perikanan rumah tangga.
Langkah ini tidak hanya bermanfaat bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan keluarga.
"Kita ingin agar pengelolaan sampah tidak berhenti di pengurangan limbah saja, tapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat. Ini bagian dari upaya menjaga perputaran ekonomi warga dari rumah," jelasnya.
Wali Kota Makassar, juga menekankan bahwa keberhasilan program Makassar Bebas Sampah 2029 hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat dan sinergi lintas sektor.
"Kita butuh kolaborasi yang nyata, bukan hanya seremonial. Pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat harus saling terhubung dalam satu ekosistem pengelolaan sampah yang terintegrasi," tuturnya.
Kegiatan Kick Off Makassar Eco Circular Hub ini menjadi momentum awal bagi Kota Makassar untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mempercepat capaian target bebas sampah.
Baca Juga: Pemprov Sulbar Alokasikan Rp10 Miliar untuk Beasiswa Daerah 2026, Ini Kategori Penerima Prioritas
Melalui gerakan bersama ini, Pemerintah Kota Makassar berharap semangat menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gaya hidup baru seluruh warga kota.
Lebih lanjut Munafri menegaskan komitmennya untuk mempercepat penerapan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi hingga ke tingkat paling bawah pemerintahan.
Ia meminta seluruh camat, lurah, RT, dan RW di Kota Makassar untuk mewajibkan penerapan sistem pengelolaan sampah organik dan non-organik di wilayah masing-masing mulai tahun ini hingga tahun depan.
"Mulai tahun ini dan tahun depan, saya minta seluruh RT dan RW di Kota Makassar sudah wajib menerapkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi," seru Appi.
Baca Juga: Baznas Maros Kucur Bantuan Ratusan Juta bagi 120 Mahasiswa Penyusun Skripsi Lewat Bantuan Pendidikan
"Setiap RT dan RW harus punya cara untuk menyelesaikan persoalan sampah organiknya, entah melalui maggot, eko-enzyme, atau metode lainnya," tambah Munafri.
***




