POJOKSULSEL, MAKASSAR - Santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya Pondok Pesantren Aljunaidiyah Biru Bone menggelar Rihlah Arkeologi Religi dan Historis Lokal Islam Sulawesi Selatan (Sulsel). Satu rangkaian kegiatannya adalah dengan menggelar pelatihan penulisan.

Pelatihan penulisan bagi santri PDF Ulya Pondok Pesantren Aljunaidiyah Biru Bone digelar di Enreco, Jalan Bougenville, Panakkukang, Kota Makassar, Kamis (25/9/2025).

Dr Muslihin Sultan, sebagai fasilitator Rihlah Arkeologi Religi dan Historis Lokal Islam Sulsel, mengatakan, pelatihan penulisan ini penting berikan sebagai bekal peserta dalam penyusunan laporan hasil penelitian dan temuan lapangan mereka selama kegiatan.

Baca Juga: Politeknik Bosowa Dorong Ekonomi Sirkular, Limbah Plastik Barrang Lompo Masuk Rantai Produksi Olymplast

"Peserta kita bagi dalam sembilan kelompok dengan beberapa tema dan topik berbeda. Nantinya, setelah mereka kembali ke pondok, akan membuat laporan yang selanjutnya akan dipresentasekan," kata Muslihin Sultan.

Rencananya, pelatihan penulisan peserta Rihlah Arkeologi Religi dan Historis Lokal Islam Sulsel akan dibawakan Direktur Utama Pojoksulsel Idchan Pasinringi. Diketahui, Idchan Pasinringi juga merupakan alumni Pesantren Aljunaidiyah Biru Bone.

Baca Juga: 3 Peristiwa Bersejarah Jemaah Umrah Travel Ananda di Arab Saudi, 23 September 2025

Muslihin Sultan mengatakan, kelompok akan dibagi jumlah anggotanya oleh pendamping sesuai dengan tempat kunjungan. Setiap kelompok akan bertugas membuat laporan reportase berita tempat yang dikunjungi dibimbing oleh guru/pembina pendamping.

Tulisan peserta yang merupakan santri PDF Ulya Pondok Pesantren Aljunaidiyah kelas 10, 11, dan 12 juga akan dipublikasikan di web. www.junaidiyah.com.

Sekadar diketahui, Rihlah Arkeologi Religi dan Historis Lokal Islam Sulsel diikuti 36 orang santri didampingi lima orang pembina dan guru, yakni Muslihin Sultan, Maman Budiman, Sumartina, Dhiyaa, Nisa.

Baca Juga: MAN 1 Soppeng Cetak 20 Tim Peneliti Muda Lolos Verifikasi LPB Sulsel 2025

Sekadar diketahui, Rihlah Arkeologi Religi dan Historis Lokal Islam Sulsel dilaksanakan selama tiga hari, 23-25 september 2025.

Rihlah Arkeologi Religi dan Historis Lokal Islam Sulsel santri Pondok Pesantren Aljunaidiyah ini, dijelaskan Muslihin Sultan, bermaksud dan bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan santriyun dan santriyaat dalam hal situs-situs arkeologi religi dan sejarah Islam lokal Sulsel.

"Serta menanamkan nilai-nilai edukatif historis religius dalam suasana yang santai fun dan ilmiyah," jelas Muslihin Sultan.

Adapun lokasi lokasi yang dikunjungi peserta, yakni Ma'had Aliy As'adiyah, Wajo; Ma'had Aliy DDI Mangkoso, Barru; Patung Ainin Habibie di Parepare; Masjid Tua Katangka Gowa;
Makam Arung Palakka (Raja Bone ke-13); Makam Karaeng Pattingalloang di Gowa; Fakultas Ilmu Budaya Unhas, Makassar; Masjid Almarkaz Islamiy, Museum Lagaligo; Benteng Rotterdam, Masjid 99 Kuba.(***)