POJOKSULSEL, GOWA - Ada momen unik dalam prosesi wisuda angkatan ke-112 UIN Alauddin Makassar di Auditorium Kampus II, Selasa (19/8/2025). Dua wisudawan tampil berbeda hingga menarik perhatian Rektor Prof Hamdan Juhannis.
Pertama, Muhammad Hisbul Wathan Samad, lulusan Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin dengan IPK 3,94.
Hisbul nekat naik ke podium saat Rektor UIN Alaudin Prof Hamdan Juhannis melontarkan pertanyaan, “Siapa yang menginginkan uang ini di antara para sarjana?”
Baca Juga: Kaji Ketahanan Iklim, Pemprov Sulsel Gandeng Riset Australia
Saat wisudawan lain hanya mengangkat tangan, Hisbul langsung berlari menghampiri sang rektor.
“Inilah sarjana pemenang. Di saat yang lain hanya angkat tangan, dia menggunakan kesempatan berlari untuk mengambil uangnya,” ujar Prof Hamdan Juhannis.
Momen kedua datang dari Muhammad Abdi Yusri, alumnus Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.
Baca Juga: FEB Unhas Diminta Jadi Benchmark Target 8 Persen, Prof JJ Tugasi 3 Guru Besar Dorong Ekonomi Timur
Ia mempersembahkan sebuah lukisan berjudul Perumpamaan Surga bagi Orang-Orang yang Bertakwa kepada Prof Hamdan.
Abdi bukan sosok sembarangan. Ia pernah menjuarai lomba kaligrafi MTQ X tingkat Sulawesi Barat 2024 saat mewakili Kabupaten Polewali Mandar.
Pemuda asal Desa Makkombong, Kecamatan Matakali, itu memang lama mengasah bakatnya di Pondok Pesantren Kaligrafi Al-Qur’an LEMKA, Sukabumi, Jawa Barat.
Prof Hamdan Juhannis menjulki dua sarjana yang tampil beda pada acara wisuda angkata ke-112 UIN Alauddin sebagai Sarjana Super.
Baca Juga: BSSN Gandeng Pemprov Sulsel Perkuat Sistem Keamanan Siber Daerah, Winarno Tekankan Hal Ini
Dikeathui, Prof Hamdan Juhannis mengukuhkan 750 wisudawan pada acara wisuda angkatan ke-112 UIn Alauddin Makassar.
Rincian wisudawan ke-112 UIN Alauddin Makassar yaitu, Fakultas Syariah dan Hukum 157 orang, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat 144 orang.
Kemudian, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 73 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 67 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 64 orang.
Fakultas Sains dan Teknologi 61 orang, Fakultas Adab dan Humaniora 57 orang, serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 49 orang.
Baca Juga: Paskibraka Sulsel Ditempa 10 Hari dari Al Markaz ke Rujab, Latihan Keras Buahkan Formasi Istimewa
Selain itu, Program Pascasarjana Magister meluluskan 22 orang dan Program Doktor sebanyak 56 orang.
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, menyebut wisuda angkatan ke-112 adalah momentum istimewa karena bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Prof Hamdan Juhannis menilai, tema kemerdekaan HUT Republik Indonesia “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, relevan dengan wisuda angkatan ke- 112 UIN Alauddin Makassar.
“Bersatu, sarjana itu harus solid. Berdaulat, sarjana harus mandiri. Rakyat sejahtera, sarjana tidak boleh menganggur. Indonesia maju, sarjana harus berdampak,” tegas Prof Hamdan.
Baca Juga: Beasiswa Pemprov Sulbar Bikin Mahasiswi UNM Terharu, Janji Akan Mengabdi di Daerah
Ia juga berkelakar bahwa para lulusan kini telah “merdeka” dari tekanan tugas akademik maupun UKT. Begitu pula orang tua, yang dianggap sudah merdeka dari kewajiban menyubsidi anak-anaknya.
Tak berhenti di situ, Prof Hamdan menitipkan pesan khusus. Menurutnya, UIN Alauddin melahirkan bukan sekadar sarjana, melainkan "Super Sarjana”.
“Dalam dunia perfilman, film holliwood, produksi Marvels ada namanya film superhero. Ada Superman, Badman, Iron Man, Avanger, maka di UIN Alauddin ada namanya Super Sarjana atau Sarjana Super.,” ujarnya.
Bagi Prof Hamdan, sarjana super adalah mereka yang rajin membaca, kaya pengetahuan, berprestasi akademik maupun nonakademik, serta mampu mengajak orang di sekitarnya tumbuh bersama. ***




