POJOKSULSEL, MAKASSAR - Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan (Ketapang Sulsel) memastikan mengatur ketat harga gabah menghadapi musim panen kedua bulan September mendatang.
Sekretaris Ketapang Sulsel, Kemal Redindo Syahrul Putra, mengatakan, pengaturan harga gabah berdasarkan harga pembelian pemerintah (HPP), telah dibahas bersama penggiling padi, Satgas Pangan, BI, dan instansi terkait, Jumat (15/8/2025).
Kemal Redindo mengatakan, stakeholder sepakat untuk membeli gabah sesuai HPP, yaitu Rp6.500 per kg.
Baca Juga: Gebrakan Pemkab Maros, Denda PBB Dihapus Total hingga 3 Oktober. Yuk Buruan Bayar Pajak!
"Inilah tugas kami mengumpulkan semua stakeholder terkait pangan. Dengan harga gabah Rp6.500 apakah sudah untung? Tadi katanya sudah untung. Kalau mereka sudah untung maka HET jangan dilebihkan," kata Kemal Redindo.
Ia menegaskan, salah satu pemicu harga beras naik di Sulsel, karena terjadi persaingan harga gabah di atas HPP.
Padahal, stok beras di Sulsel masih stabil dan juga tidak ada beras oplos.
"Di Sulsel kalau stok tidak ada masalah. Hanya ada beberapa ketakutan yang kita alami bahwa ada pengoplosan, tapi sekali lagi komitmen yang kami bangun bahwa teman-teman sepakat tidak ada oplos," kata Kemal Redindo.
Baca Juga: Desa Nepo Angkat Trofi Piala Kemerdekaan 2025 Usai Bekuk Skuad Sugihwaras 3-0
Karena itu, Kemal Redindo menegaskan, bila ada pihak yang melanggar ketentuan harga dan melakukan penimbunan, akan langsung ditindak Satgas Pangan.
***




