POJOKSULSEL, MAKASSAR – Sebanyak 100 mahasiswa baru (maba) dari Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Negeri Makassar (UNM) mengikuti masa pengenalan anggota baru (Mapaba) Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Para mahasiswa baru Unhas dan UNM dibekali teori dan praktik soal kepemimpinan, spiritualitas, serta kesadaran sosial dalam kegiatan Followship Leadership Future (FLF) X Mapaba PMII, yang berlangsung 6–8 Agustus di Aula Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar.

Para sahabat senior dari Ikatan Keluarga Alumni PMII atau IKAPMII Sulsel hadir langsung memberi materi di acara FLF X Mapaba PMII di hadapan mahasiswa baru Unhas dan UNM.

Baca Juga: Wali Kota Parepare Sidak Pasar Sumpang Minangae, Cek Harga dan Fasilitas Pedagang

Ketua PB IKA PMII, Mulyadi Prayitno, menekankan bahwa politik dan kepemimpinan adalah satu tarikan napas.

“Politik dan kepemipinan itu satu kesatuan. Semua orang memiliki karakter kepemimpinan. Dalam teori Aristoteles, kepemimpinan, politik dan kekuasaan itu adalah rintisan,” ujar Mulyadi Prayitno.

Mulyadi Prayitno mengingatkan pentingnya ideologi Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) sebagai fondasi berpikir kader PMII. “Zikir, fikir, dan amal saleh harus jadi dasar gerakan,” tegasnya.

Baca Juga: Literasi Digital Jadi Tameng, Warga Diminta Waspada Informasi Sesat

Senada, Ketua PW IKAPMII Sulsel, Mukhtar Thahir Syarkawi, menyebut bahwa kepemimpinan adalah sunnatullah.

Mukhtar Thahir mendorong kader PMII memiliki empat karakter dasar yaitu moral, kinerja, kompetensi, dan literasi.

“Bonus demografi sudah pasti, namun faktanya saat ini banyak kaum muda mengganggur. Untuk itu, warga PMII memliki kewajiban membela negara dan menjaga Islam,,” ucapnya.

Baca Juga: Profesor Unhas Tembus 471 Orang, Prof Andi Pangerang Moenta Ingatkan Tugas Guru Besar

Dukungan juga datang dari Kepala LAN RI Makassar Muhammad Aswad yang menantang kader PMII untuk menjadi lokomotif perubahan.

“Dunia telah berubah dengan cepat, tantangan zaman yang terus bergerak, PMII harus didorong tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kepemudaan yang paling inovatif, kepemimpinan yang mumpuni, selain itu, para kader harus segera menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Development Center UNM Muhammad Daud mendorong mahasiswa PMII agar fokus pada riset, keterampilan digital, jaringan luas, dan komunikasi efektif—selain tentu menyelesaikan studi tepat waktu.

Mantan Ketua KPU Sulsel yang kini Kepala Pusat Penelitian Opini Publik Unhas, Iqbal Latief, mengingatkan pentingnya pengalaman organisasi dalam membentuk karakter pemimpin.

Sejumlah tokoh lainnya seperti Andi Jamaro Dulung (Ketua MPO PB IKA PMII), Mardiana Rusli (Ketua Bawaslu Sulsel), Romy Harminto (Anggota KPU Sulsel), dan Amiruddin Kuba dari Kemenag RI, turut memberikan pembekalan kepemimpinan bagi kader baru PMII.

Baca Juga: Ali Yafid dan FKUB Sulsel Sambangi Terowongan Silaturahim, Simbol Nyata Toleransi Beragama

Kegiatan Mapaba ini diinisiasi oleh Komisariat PMII Unhas dan UNM bersama PMII Cabang Makassar, dan didukung penuh PB IKA PMII.

Fokus utama FLF X kali ini adalah penguatan karakter kepemimpinan berbasis spiritual, intelektual, dan kesadaran sosial.

***