POJOKSULSEL, MAKASSAR – Pemprov Sulsel melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) kembali menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan di tengah masyarakat.
GPM akan berlangsung pada Selasa, 27 Mei 2025, mulai pukul 09.00 WITA, di halaman samping Kantor Camat Tallo, Jl. Ade Irma Nasution, Makassar.
GPM menjadi salah satu langkah konkret Pemprov Sulsel untuk meredam laju inflasi, khususnya menjelang pertengahan tahun dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 1446 Hijriah.
Baca Juga: Brigjen Andre Clift Rumbayan Kunjungi Site MDA, TNI Siap Bersinergi Bangun Kawasan Pegunungan Luwu
“Bahan pokok yang kami tawarkan sudah dikaji, dan merupakan komoditas strategis yang kerap memicu inflasi,” ujar M. Ilyas, Plt Kepala Dinas Ketapang Sulsel.
GPM Tallo digelar berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar serta didukung Bulog, ID Food, Perum Bulog Sulsel, Dharma Wanita Persatuan DKP, kelompok tani pangan, dan para distributor lokal.
Sejumlah bahan pangan dijual dengan harga lebih miring dari pasaran.
Baca Juga: UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Resmi Berdiri, Ponorogo Mantap Jadi Pusat Keunggulan Keilmuan Islam
Warga bisa memperoleh beras, minyak goreng, telur, gula, cabai, bawang, ayam, ikan, hingga produk olahan seperti nugget dan sosis.
Bahkan, komoditas buah-buahan lokal dan impor pun ikut diboyong ke lokasi.
“Yang menarik, sekarang kami hadirkan juga ikan segar, bukan cuma produk olahan seperti sebelumnya,” lanjut Ilyas, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulsel.
Baca Juga: 11 PTKN Naik Kelas, Presiden Titip Pesan Serius soal Rektor dan Transformasi PTKN
Ikan segar ini merupakan hasil kerja sama dengan UPT Pelaksana Perikanan DKP.
Program GPM tidak berhenti di Tallo. Pemprov telah menjadwalkan pelaksanaan GPM lanjutan pada 2, 3, dan 4 Juni 2025.
Rangkaian ini akan digelar di sejumlah titik strategis secara bergilir oleh Pemprov maupun secara mandiri oleh Pemda kabupaten/kota se-Sulsel.
Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu strategi unggulan Pemprov Sulsel untuk memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau, berkualitas, dan merata bagi semua lapisan masyarakat.
Warga pun diimbau tidak melewatkan kesempatan ini sebagai alternatif belanja hemat di tengah fluktuasi harga pasar.
Namun, Dinas Ketahanan Pangan mengingatkan bahwa harga yang ditawarkan bisa berubah tergantung kondisi pasokan dan pasar saat pelaksanaan.
Baca Juga: Dua Fakultas di UIN Palopo Akan Berganti Nama, Pascasarjana Segera Hadirkan S3 Studi Islam
Panitia GPM menawarkan sejumlah bahan pangan dengan harga terjangkau kepada masyarakat.
Untuk kategori sayur dan bumbu dapur, panitia menjual cabai rawit dan cabai besar masing-masing seharga Rp25.000 per kilogram, cabai keriting Rp35.000/kg.
Wortel dan ubi-ubian Rp8.000/kg, bawang putih Rp34.000/kg, bawang merah Rp25.000/kg, kol Rp8.000/kg, serta daun bawang Rp10.000/kg.
Baca Juga: Selamat Datang UIN Palopo, Ini Sejarah Singkat Perjalanannya
Pada kategori sumber karbohidrat, GPM menyediakan kentang seharga Rp15.000/kg, beras medium Rp317.500 per 25 kg, dan beras segar GAPOKTAN Rp65.000 per 5 kg.
Untuk protein hewani dan nabati, panitia menawarkan ayam potong seharga Rp100.000 per 3 ekor, ikan kembung Rp23.129/kg, ikan layang Rp27.613/kg.
Ikan cakalang besar Rp29.393/kg, cakalang kecil Rp5.800/kg, ikan tongkol Rp35.000/kg, telur ayam Rp50.000 per rak, serta paket nugget dan sosis Rp100.000 per 6 pack.
Baca Juga: Tasming Hamid Teken MoU dengan Kemenkum Sulsel, Siap Perkuat Regulasi Daerah
Sementara itu, pada kategori kebutuhan pokok lainnya, panitia menjual gula Manis Kita seharga Rp17.500/kg, Minyakita kemasan bantal Rp15.000/liter, dan terigu Rp9.000/kg.
Untuk buah-buahan, tersedia jeruk Gerga Lebong dan jeruk Afoufer RRC masing-masing seharga Rp30.000 per pack, jeruk Shantang Mashui Rp25.000/pack, jeruk Wogan RRC Rp30.000/pack.
Anggur hitam Sapphire dan Autumn Rp48.000 per 500 gram, anggur Australia Rp30.000/kg, apel merah Rose Cincalo dan apel Fuji RRC Rp20.000/pack, pir Century RRC Rp20.000/pack, pisang Cavendish Rp16.000/kg, dan lengkeng Rp45.000/kg. ***




