POJOKSULSEL, MAKASSAR – Tongkat kepemimpinan Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali berada di tangan Prof Gagaring Pagalung.
Gagaring Pagalung resmi dipercaya memimpin lembaga strategis ini untuk periode 2025–2029, setelah SK dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah diserahkan langsung oleh Rektor Unismuh, Dr Abdul Rakhim Nanda, di Lantai 17 Menara Iqra, Sabtu (24/5/2025).
Tak sendiri, Gagaring Pagalung didampingi Mustaqim Muhallim SAg sebagai Sekretaris dan Dr Muhammad Saleh Molla sebagai Bendahara.
Baca Juga: Prof Hamdan Juhannis Beber Total SDM Dokter RSP UIN Alauddin Makassar, Diperkuat 15 Dokter Spesialis
Uniknya, komposisi BPH kali ini mengalami penyegaran. Jika sebelumnya beranggotakan lima orang, periode baru ini bertambah menjadi tujuh.
Deretan nama-nama beken mengisi keanggotaan, yakni Prof Ambo Asse, Prof Irwan Akib, Dr Muhammad Syaiful Saleh, dan Dr Kamaruddin Moha.
Mereka akan turut mendampingi arah kebijakan kampus ungu dalam berbagai agenda strategis.
Baca Juga: 6 Jemaah Haji Asal Sulsel, Sulbar, Papua Wafat di Tanah Suci, Dimakamkan di Makkah dan Madinah
“Kami diberi amanah bukan hanya sebagai pembina, tapi juga untuk mengawal penguatan Unismuh sebagai holding company ke depan,” jelas Rakhim Nanda dikutip rilis dari laman Unismuh.
Penyerahan SK berlangsung tanpa prosesi pelantikan, menyesuaikan arahan dari PP Muhammadiyah.
“Kegiatan ini digelar sederhana tapi tetap sakral. Intinya bukan seremoni, tapi kesiapan bekerja,” lanjut Rakhim Nanda.
Baca Juga: Dosen Unsulbar Bekali Pelajar Al Ikhlash Lampoko Etika Bermedsos, Ini Pesan Pentingnya
Tak hanya BPH, SK juga diserahkan kepada KH Muhammad Said Abdul Shamad sebagai Ketua Lembaga Pembinaan Al-Islam Kemuhammadiyahan dan Keruhanian RS PKU Muhammadiyah Unismuh. Sosok ini sebelumnya merupakan anggota BPH dan juga Ketua PDM Makassar.
Acara turut dihadiri jajaran pimpinan kampus, mulai dari para wakil rektor, dekan, kepala biro, hingga direktur RS PKU Muhammadiyah.
Dengan struktur baru ini, Unismuh menatap masa depan dengan format kelembagaan yang lebih kokoh dan dinamis. Targetnya bukan sekadar unggul secara akademik, tapi juga kuat dalam tata kelola dan kontribusi sosial. ***




