POJOKSULSEL, MAKASSAR - Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis, menyampaikan total dokter di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) UIN Alauddin Makassar.

Hamdan Juhannis mengatakan, SDM RSP UIN Alauddin Makassar, saat ini sangat mumpuni dengan dukungan 30 orang dokter, termasuk 15 di antaranya merupakan dokter spesialis.

“Ini menjadi brand kita. Rumah sakit ini akan menjadi wajah baru pengabdian UIN Alauddin,” kata Hamdan Juhannis saat meluncurkan uji kelayakan fungsi Rumah Sakit Pendidikan, Kamis (22/52025) dikutip rilis dari Lama UIN Alauddin Makassar.

Baca Juga: Gubernur Sulbar Dijadwalkan Salat Idul Adha di Anjungan Pantai Manakarra, Salim S Mengga Jadi Khatib

Rumah sakit ini sebelumnya telah mengantongi izin operasional dari Dinas Kesehatan Kota Makassar.

Dalam tahap awal, RSP akan fokus pada pelayanan dasar sembari mempersiapkan proses akreditasi.

Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju pengoperasian penuh rumah sakit yang telah lama dinantikan oleh sivitas akademika dan masyarakat sekitar.

Baca Juga: AKBP Anjar Purwoko Tutup Turnamen Kapolres Cup III, PCM Mapilli Pulang dengan Gelar

Kegiatan ini dilakukan setelah RSP UIN Alauddin Makassar mengantongi izin operasional dari Dinas Kesehatan Kota Makassar.

Direktur RSP, dr. Purnamaniswaty, M.Kes, menyampaikan bahwa rumah sakit kini sudah siap memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.

"Secara operasional, izinnya sudah keluar. Kami hanya perlu melengkapi beberapa aspek seperti sistem, sumber daya manusia, dan ketersediaan obat-obatan," ujarnya.

Baca Juga: Kapolda Sulsel Resmikan Pembangunan Rusun Brimob, Rusdi Hartono Tegaskan Tak Boleh Ada Gangguan

Menurutnya, dalam tiga bulan ke depan, tim RSP akan memasuki proses akreditasi yang krusial untuk pengembangan layanan.

“Kami sangat mengharapkan pendampingan dan dukungan dari pimpinan universitas untuk proses ini,” tambahnya.

Dengan akreditasi, RSP UIN Alauddin nantinya dapat menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga asuransi, sehingga pelayanan kesehatan dapat diberikan secara lebih optimal dan terjamin.

Ia berharap kehadiran RSP UIN Alauddin tidak hanya melayani sivitas akademika UIN Alauddin, tetapi juga masyarakat umum di Makassar dan sekitarnya.

Prof. Hamdan sendiri menegaskan bahwa kehadiran rumah sakit ini bukan sekadar pencapaian simbolik.

Baca Juga: Polman Terbanyak, Inilah Enam Pelajar Utusan Sulbar Ikuti Seleksi Paskibraka Nasional 2025

Lebih dari itu, ini adalah kebutuhan riil yang berkaitan langsung dengan prodi Kedokteran dan layanan kesehatan sivitas akademika serta masyarakat sekitar.

“Rumah sakit ini dibutuhkan oleh Prodi Kedokteran, oleh civitas akademika yang semakin besar jumlahnya, dan tentu saja untuk pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Wakil Rektor II sekaligus anggota Dewan Pengawas RS, Prof. Dr. Andi Aderus, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.

Ia menyebut pencapaian ini sebagai bagian dari perjuangan panjang yang kini membuahkan hasil nyata.

 Baca Juga: Pulang dari Amerika, Menag Nasaruddin Umar Boyong Penghargaan dan Kerja Sama Strategis

“Saya sangat terharu dan bergembira. Melalui proses yang cukup panjang, akhirnya rumah sakit ini bisa memulai operasional secara administratif, terlebih dengan dukungan penuh dari Kementerian Agama,” katanya.

 
Prof. Aderus juga menyinggung dua proyek besar yang kini menjadi sorotan, yakni RS Pendidikan dan Gedung Pascasarjana. Ia memastikan, keduanya akan segera diresmikan dalam waktu dekat.

Peluncuran uji kelayakan ini menjadi titik penting, menandai transformasi UIN Alauddin sebagai institusi pendidikan berbasis Islam yang tak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga hadir nyata di tengah masyarakat.

 ***