POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sebanyak empat guru besar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menyampaikan pidato dan penerimaan sebagai Anggota Dewan Profesor Universitas Hasanuddin, Selasa (20/5/2025).

Rapat Paripurna Senat Akademik dalam rangka pidato pengukuhan dan penerimaan empat guru besar FK sebagai anggota Dewan Profesor Universitas Hasanuddin, berlangsung di Lantai 2 Rektorat Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.

Empat guru besar FK Unhas yang menyampaikan pidato pengukuhan dan penerimaan sebagai anggota Dewan Profesor Universitas Hasanuddin, yaitu:

Baca Juga: Bahas Progres Stadion Sudiang, Gubernur Sulsel Temui Menpora

Prof. Dr. dr. Irfan Idris, M.Kes sebagai guru besar bidang Fisiologi Sel dan Molekuler.

Prof. Dr. dr. Idar Mappangara, Sp.PD, Sp.JP (K) sebagai guru besar bidang Kardiologi Klinik.

Prof. Dr. dr. Muzakkir Amir, Sp.JP (K) sebagai guru besar bidang Aritmia dan Device.

Prof. dr. M. Aryadi Asyad M. BiomedSc, Ph.D. sebagai guru besar dalam bidang Fisiologi Vaskular.

Baca Juga: Bone Selatan Masuk Daftar 32 Calon DOB Layak, Sekprov Sulsel Jufri Rahman Bilang Begini

Pengukuhan dan penerimaan empat guru besar FK sebagai Anggota Dewab Profesor dibuka secara langsung oleh Prof. Dr. Bahruddin Talib, drg., M.Kes., Sp.Pros (K).

Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa juga turut hadir menyaksikan pengukuhan dan penerimaan anggota Dewan Profesor.

Diberitakan sebelumnya, Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, menyampaikan pesan Ketua Dewan Profesor Unhas, yang terus mendorong para guru besar untuk segera menyampaikan pidato penerimaan guru besar.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih resmi Beroperasi di 10 Kecamatan Kabupaten Maros

Pidato penerimaan guru besar juga adalah bagian dari tanggung jawab sosial kita untuk mengemukakan, kita sebenarnya ahlinya apa?," ujar Prof JJ, sapaan Rektor Unhas, saat menyerahkan 56 SK Guru Besar, Kamis (15/5/2025).

Ia menegaskan bahwa penting bagi Unhas untuk memperkuat kerja lintas disiplin ilmu.

Tidak bisa lagi dosen dan peneliti bekerja dalam sekat-sekat bidang ilmu masing-masing.

Selain itu, Prof JJ menegaskan bahwa Unhas patut bangga memiliki persentase profesor terbanyak di Indonesia, namun ia mengingatkan agar para guru besar tidak berhenti pada capaian itu saja.

Ia mendorong para profesor baru untuk berkontribusi nyata demi kemajuan Unhas.

Baca Juga: Jembatan Permanen Kadundung Rampung, Warga Apresiasi Kontribusi MDA

Prof JJ mengajak seluruh civitas akademika mengoptimalkan dan memanfaatkan kapasitas yang dimiliki, karena akumulasi prestasi individu itulah yang akan menentukan posisi Unhas di tingkat nasional maupun internasional.