POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kakanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid kumpul bareng dengan para Tokoh Lintas Agama dan FKUB Sulsel menjelang bulan Ramadhan.
Pertemuan Ali Yafid dengan Para Tokoh Lintas Agama serta FKUB Sulsel untuk menyatukan komitmen menjaga kedamaian dan kekhusyukan Bulan Suci Ramadhan.
Ali Yafid mengatakan, para tokoh lintas imas sepakat mengusung tagline Ramadhan dengan Cinta.
Baca Juga: 5 PTKIN Lolos Verifikasi Usulan Perubahan Bentuk di Kementerian Agama, Ada 2 dari Sulsel
Pertemuan yang dilaksanakan di Kedai Kopi Papa Ong Makassar dihadiri Ketua FKUB Sulsel Prof Muammar Bakry bersama Prof Ghalib.
Kemudian Roy Ruslim (Walubi), Darius Allo Tangko (Keuskupan Agung Makassar), Pdt. Adri (Kristen), Erfan Sutono (Matakin Sulsel) dan sejumlah tokoh Agama lainnya.
Ali Yafid mengatakan, momentum Ramadhan bisa menjadi langkah awal menegaskan Sulsel berada pada situasi aman, rukun dan damai.
Baca Juga: Ketua Pobsi Kota Parepare Laporkan Persiapan Praporprov Biliar Wawali Hermanto
Terlebih, indeks kerukunan umat baragama Sulsel yang hampir mencapai 80 itu harus terus dijaga dengan baik.
Kanwil Kemenag Sulsel, kata Ali Yafid telah meluncurkan Asta Aksi sebagai salah satu upaya meneguhkan kerukunan umat beragama.
Asta Aksi Kanwil Kemenag Sulsel disambut hangat oleh Ketua FKUB Sulsel Prof Muammar Bakry.
Baca Juga: Ada Penyesuaian Jam Kerja ASN Pemkab Maros di Bulan Ramadhan, Muetazim Mansyur Ingatkan Efektivitas
Prof Muammar Bakry menyebutkan x sebagian besar Asta Aksi sangat berkolerasi dengan cita dan aksi FKUB Sulsel.
Termasuk sudah mengakomodir isi dari Deklarasi Istiqlal yang didukung penuh oleh seluruh Tokoh Lintas Agama.
Sementara itu, Ketua Permabudi Sulsel, Yonggris memaknai Ramadhan dengan Cinta pada tiga aspek, yaitu!
Cinta kepada Tuhan yang diisi dengan kegiatan spiritual dan sikap saling menjaga kekhusyukan ibadah puasa.
Cinta kepada Sesama yang diimplementasikan dalam bentuk aksi sosial dan kepedulian serta saling berbagi.
Baca Juga: BREAKING NEWS: KH Adnan Nota Kembali Terpilih Sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Sulbar
Cinta kepada lingkungan bisa diaplikasikan dalam bentuk aksi Penghijauan dan bersih bersih rumah ibadah.
“Hal ini kita akan mulai implementasinya pada Bulan Ramadhan bersama seluruh umat lintas agama, kita akan memperlihatkan kepada seluruh umat beragama bahwa Ramadhan itu bukan saja milik umat Islam, tapi substansinya bisa dirasakan oleh semua umat agama yang "merasa" memiliki Ramadhan, dimana nilai spiritual dan sosialnya sangat universal,” ungkapnya.
***




