POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang di Makassar menyebabkan tujuh rumah warga rusak.

Hujan deras dan angin kencang di Makassar menerjang rumah warga di tiga kelurahan.

BMKG Makassar memprediksi, cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang tersebut masih berpotensi terjadi hingga Senin 10 Februari 2025.

Baca Juga: WASPADA... Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Sulawesi Selatan Sabtu Hari Ini, Bisa Mencapai 4 Meter

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Makassar, sedikitnya 7 rumah warga mengalami kerusakan.

Masing-masing terjadi di Kelurahan Untia dan Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanaya Makassar.

"Ada 1 rumah rusak ringan, 3 rusak sedang, dan 3 lainnya rumah mengalami rusak berat," sebut Kepala Pelaksana BPBD Makassar Hendra Hakamuddin.

Baca Juga: Andi Muhammad Yasir Tekankan Optimalisasi Penegakan Perda di Kota Makassar

Hendra Hakamuddin menyebutkan, jika warga mengalami kejadian darurat, bisa menghubungi BPBD Makassar di Call Center 112 Makassar dan WhatsApp di 0811417112.

Sementara itu, BMKG Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan atau Sulsel untuk hingga Senin 10 Februari 2025.

BMKG Makassar mengingatkan, peringatan dini cuaca ekstrem tersebut berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, dan potensi terjadinya banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sulsel.

Baca Juga: Mengenal Bakomsus Siber di Penerimaan Polri 2025, Apa Pengertiannya? Apa Tugas-tugasnya?

BMKG menyebut ada 11 wilayah di Sulawesi Selatan yang berdampak akibat cuaca ekstrem tersebut.

Yakni Kabupaten Pinrang, Parepare, Barru, Soppeng, Pangkajene Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Kepulauan Selayar.

"Menyikapi kondisi di atas diharapkan para pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi," sebut BMKG Makassar dalam rilisnya.

***