POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sebanyak 26.092,26 ton berbagai produk ikan dan tumbuhan disertifikasi oleh Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulsel).
Puluhan ribu produk ikan dan tumbuhan yang disertifikasi Karantina Sulsel tersebut akan dikirim ke 29 negara tujuan ekspor pada, Selasa (10/12/2024).
Sekretaris Utama Barantin, Shahandra Hanitiyo menjelaskan, sertifikasi yang dilakukan Karantina Sulsel merupakan jaminan negara terhadap kualitas dan keamanan produk yang diekspor.
“Ini sebagai tanggung jawab negara, jaminan kita, serta perlindungan terhadap produk yang kita ekspor, sehingga perlu dijaga kualitas layanannya," kata Shahandra Hanitiyo dalam siaran pers.
"Kita menjamin jangan sampai produk yang kita ekspor ini sampai ditolak atau bermasalah di negara tujuan," katanya saat lepas kontainer yang akan diekspor di Makassar.
Menurut Shahandra Hanitiyo, proses sertifikasi karantina ekspor sendiri dilakukan untuk memenuhi persyaratan karantina dari negara tujuan.
Baca Juga: Dua Wakil Dekan di Universitas Hasanuddin Dikukuhkan sebagai Guru Besar
Persyaratan karantina ekspor dapat berupa persyaratan sanitary and phytosanitary (SPS) atau SPS Agreement antar negara.
Ia menekankan bahwa kesepakatan tersebut adalah persyaratan karantina yang harus dipenuhi Indonesia saat akan mengekspor produknya ke suatu negara.
Shahandra Hanitiyo memastikan bahwa Barantin terus memfasilitasi dan mendorong pemenuhan persyaratan tersebut, tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing produk.
Baca Juga: Alhamdulillah, RHMH Aljunaidiyah Biru Sukses Gelar AFT Cup I. Ini Juaranya
“Kita, Indonesia melalui Badan Karantina Indonesia, terus berkomunikasi dengan berbagai negara, agar berbagai produk kita dapat masuk ke negara tujuan, sesuai dengan persyaratan yang disepakai bersama, inilah yang kita lakukan,” ungkapnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh sepakat bahwa melalui peningkatan ekspor tidak hanya mendapat keuntungan ekononi dari produk yang diekspor.
Namun, manfaat pertumbuhan ekonomi masyarakat yang terdampak dari pekerja, petani, peternak, pelaku transportasi dan lainnya.
Hal tersebut, menurut Zudan Arif Fakrulloh, sangat membantu peningkatan perekonomian masyarakat di Sulsel.
Sitti Chadijah, Kepala Karantina Sulses yang mendampingi menjelaskan bahwa ekspor senilai US$ 58,22 juta atau setara dengan Rp919,87 miliar tersebut terdiri dari 26 komoditas.
Baca Juga: PWNU Sulsel dan 24 PCNU Kompak Tolak MLB NU, Begini Penegasan KH Hamzah Harun
Yaitu agar-agar, kakao, kopi, buah pala, cabe merah, carragenan, cengkeh, kakao cair, kopra, cumi-cumi, daging kepiting, kepiting hidup, damar, dedak gandum, gurita, olahan ikan, ikan terbang.
Kemudian, kancing kerang, olahan kayu, kerang darah, berbagai produk mete, minyak nilam, pinus, rumput laut, seaweed chopped, talas beku, telur ikan terbang, udang segar dan olahan.
***




