POJOKSULSEL, MAKASSAR - Direktorat Jenderal atau Ditjen Kebudayaan RI dan Jaringan Gusdurian Sulawesi Maluku Papua, melaksanakan duskusi publik di Aula Kantor Kemenag Makassar, Minggu (13/10/2024).
Diskusi publik Ditjen Kebudayaan RI dan Jaringan Gusdurian Sulampua mengusung tema Kedaulatan Alam dalam Vernakularitas masyarakat adat Sulawesi Selatan.
Koordinator Wilayah Gusdurian Sulawesi Maluku Papua, Suaib A Prawono mengawali sambutannya dengan memperkenalkan 5 narasumber disuksi publik.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Kucur Bonus Rp255 Juta kepada Enam Juara MTQ Nasional 2024
Suaib A Prawono mengatakan, para pemateri sudah banyak menghabiskan waktu bicara terkait kerukunan, demokrasi, dan isu-isu lingkungan.
Selanjutnya, kata Suaib A Prawono, isu lingkungan menjadi trending topik yang dibicarakan pada dunia internasional.
"Menghadapi isu lingkungan, di mana-mana sudah bicara isu lingkungan," kata Suaib A Prawono.
Baca Juga: Nama-nama Pemenang Doorprize Motor Jalan Sehat Hari Jadi Sulsel ke 355. Ada 2 dari Kabupaten Gowa
Ia menegaskan, diskusi isu lingkungan yang masif saat ini, bertujuan supaya ekologi bisa menjadi perhatian semua orang.
"Ini dalam konteks rahmatan lil alamin," kata dia.
Ia menjelaskan, isu lingkungan sudah lama dibicarakan dan dipraktikkan oleh masyarakat lokal. Di mana mereka mampu membangun harmonisisasi dengan alam.
Baca Juga: Jalan Sehat HUT Sulsel Pecahkan Rekor MURI Peserta Terbanyak, Diikuti 535.500 Orang
Sementara itu, Stafsus Dirjen Kebudayaan RI Lambertus Berto Tukan mengatakan, diskusi terkait isu lingkungandan kebudayaan sudah dilaksanakan Ditjen Kebudayaan RI di sejumlah kota di Indonesia.
Termasuk menggandeng Jaringan Gusdurian Sulampua melaksanakan diskusi di Gorontalo dan Kita Makassar.
"Termasuk di Batam, Jakarta, dan beberap kota lain, seperti di Goronto dan Makassar," kata Berto, sapaan akrab
Ia menjelaskan, kebudayaan sebagai salah satu tameng lingkungan hidup, diharap jadi perhatian para aktivis, seperti jaringan Gusdurian.
"Bahwa kebudayaan menyumbangkan terhadap lingkungan hidup sangat jelas," katanya.
Baca Juga: Sudah Ditransfer, Berikut Rincian Bonus 6 Peserta Kafilah Sulawesi Selatan Juara MTQ Nasional
Berto menjelaskan, masyarakat adat hidup berdampingan dengan hutan. Mereka mempraktekkan hidup dekat dan harmonis dengan alam.
Pada kesempatan itu, dia mengajak supaya menjadikan masyarakat adat sebagai inspirasi dalam berinteraksi dengan alam.
"Masyarakat adat tidak hanya dilihat sebagai menjalankan ritual tetapi ada pelajaran bahwa manusia harus hidup harmonis dengan alam," ungkapnya.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Dapat Penghargaan BKN Setelah Tuntaskan 5.032 Disparitas Data ASN
Pada kesempatan yang sama, kata dia, diskusi terkait isu lingkungan diadakan menjelang pilkada, dengan harapan bisa turut bergaung di kalangan cakada.
"Sehingga jadi semangat dan pemikiran mereka. Syukur-syukur bisa jadi program mereka," katanya.
Adapun 5 narasumber yang dihadirkan dalam diskusi publik tentang lingkungan, yaitu:
Baca Juga: Pemprov Sulsel Ingatkan non ASN Harus Penuhi 3 Syarat Mandatori pada Seleksi PPPK 2024. Apa Saja?
Muhammad Asri dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara
Dr. Syamsurijal Ad’han, Peneliti BRIN dan Dewan Pembina Gusdurian
Nelly Suciady selaku Ketua INLA Sulsel
Rahmat Kottir dari Walhi Sulsel
Direktur Lembaga Advokasi dan Pendidikan Anak Rakyat Sulsel Iqbal Arsyad.
***




