POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kabar terbaru pembangunan gedung Pascasarjana UIN Alauddin Makassar.

Wakil Rektor II UIN Alauddin Makassar, Dr Andi Aderus mengatakan, pembangunan gedung Pascasarjana Diterget rampung pada akhir tahun 2024.

"Target penyelesaian pengerjaanya itu 3 Desember 2024," kata Andi Aderus yang juga mantan Wadir Pascasarjana UIN Alauddin Makassar.

Baca Juga: Irjen Yudhiawan Wibisono Disambut Tradisi Angngaru. Selamat Datang Kapolda Sulsel di Bumi Anging Mammiri!

Andi Aderus menyebutkan, anggaran yang dikucurkan untuk penyelesaian pembangunan gedung Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, kurang lebih Rp20 miliar.

Ia menyebut bahwa proyek tersebut sudah melewati tahap lelang dan sementara pengerjaan.

Ia menjelaskan, penyelesaian gedung Pascasarjana memakan waktu cukup lama, karena menggunakan sistem multiyears menyesuaikan kemampuan keuangan UIN Alauddin Makassar.

Baca Juga: Sosok Endi Sutendi, Mantan Kapolrestabes Makassar Kini Berpangkat Irjen. Dapat Tugas Dampingi Eks Kapolda Sulbar

“Saya luruskan, pembangunan gedung Pascasarjana menggunakan skema multi-years, yang artinya dianggarkan selama beberapa tahun sesuai kemampuan sehingga memakan waktu cukup lama,”katanya.

“Sumber dana yang kami gunakan adalah dari Badan Layanan Umum (BLU), bukan rupiah murni, dan dilaksanakan bertahap sesuai dengan pendapatan yang ada,” tambah Dr. Andi Aderus.

Dengan selesainya pembangunan ini pada bulan Desember, Ketua Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) berharap Gedung Pascasarjana UIN Alauddin dapat mulai digunakan tahun depan.

Baca Juga: Profil Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, Kapolda Sulsel yang Baru. Lama Bertugas di KPK

"Setelah selesai, kami upayakan langsung bisa digunakan pada tahun 2025," tutupnya.

Melansir laman Washilah, proyek Gedung Pascasarjana UIN Alauddin Makassar dimulai pada tahun 2015.

Gedung tersebut terletak pada sisi kiri jalan keluar gerbang I kampus II UIN Alauddin Makassar di Kabupaten Gowa.

Pada tahun 2019, proyek pembangunan gedung Pascasarjana UIN Alauddin Makassar dapat bantuan dana dari Kemenag RI sebesar Rp5 miliar.

***