POJOKSULSEL, MAKASSAR - Inovasi Satsetma berhasil membawa UPT RSUD Haji Makassar menerima penghargaan Kemenpan RB pada kategori inovasi replikasi terbaik.

Satsetma yang digagas RSUD Haji Makassar adalah singkatan dari Sadar Tolak Stunting Terpadu dari Mamminasata.

Inovasi Satsetma memberikan kemudahan bagi pasien stunting yang belum memiliki kartu JKN atau BPJS untuk berobat di RSUD Haji Makassar.

Baca Juga: Deng Ical Bicara Soal Kemungkinan Ketua PKB Sulsel Masuk Bursa Cawagub Sulawesi Selatan

Sebab, inovasi di bawah nakhoda drg Burhanuddin itu, akan memfasilitasi koordinasi dengan lintas program/lintas sektor pemerintah daerah asal pasien dan untuk selanjutnya pasien tersebut memiliki kartu BPJS/JKN yang aktif di bulan berikutnya.

Kemudahan layanan publik lain yang diberikan Satsetma, yaitu beri bantuan pengurusan KK dan akte kelahiran pasien berkoordinasi dengan LP/LS terkait hingga koordinasi Puskesmas wilayah kerja.

Layanan publik itu diberikan Satsetma agar memaksimalkan fungsi kontrol pasien stunting yang sustainable pada saat pasien sudah dipulangkan dari rumah sakit.

Baca Juga: Pelindo Terapkan Gerbang Masuk Otomatis ke 34 Pelabuhan Mulai 1 Agustus

Koordinasi lintas program atau lintas sektor terhadap pasien stunting juga melibatkan RSUD Haji Makassar, Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Dinas Kesehatan Kota Makassar, Dinas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar, Dinas Sosial Kota Makassar, Camat, Lurah, Puskesmas serta kader-kadee kesehatan wilayah kerja pasien.

Begitupun keterlibatan LSM dan mitra-mitra potensial dalam pembiayaan pasien-pasien stunting yang tidak memiliki kartu BPJS/JKN.

Direktur RSUD Haji Makassar dr Evi Mustikawati Arifin mengatakan, sasaran Satsetma, yaitu wilayah Makassar, Gowa, Takalar, karena merupakan area aglomerasi sekitar RSUD Haji Makassar.

Baca Juga: Dua ABK Ditemukan Selamat setelah KM Banawa Diterjang Badai di Perairan Selayar

"Inovasi ini menitikberatkan pada lintas sektor dan lintas program dalam penanganan stunting," ujar dr Evi dalam siaran persnya.

Ia menjelaskan, inovasi Satsetma akan beri pelayanan penanganan kepada pasien stunting JKN dan Non JKN, pemberian fasilitas ambulans gratis wilayah Mamminasata, serta pendampingan dan monitoring pasca perawatan dengan berkoordinasi puskesmas wilayah Mamminasata.

Proses inovasi ini pun melibatkan puskesmas wilayah kerja asal pasien, sehingga fungsi kontrol pasien stunting yang sustainable pada saat pasien sudah dipulangkan dari rumah sakit.

Termasuk mengedepankan koordinasi lintas program/lintas sektor terhadap pasien stunting melibatkan RSUD Haji, Dinas Kesehatan Sulsel, Dinas Sosial Sulsel, Dinas Kesehatan kabupaten kota asal pasien, Dinas Dukcapil, Camat, Lurah, Puskesmas serta kader-kader kesehatan wilayah kerja pasien.

Direktur RSUD Haji ini berharap, dengan inovasi ini, harapan jangka pendek, semoga dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi pasien stunting di wilayah Mamminasata.

Terlebih, penurunan stunting ini menjadi salah satu prioritas oleh Pj Gubernur Sulsel, Prof. Zudan Arif Fakrulloh. ***