POJOKSULSEL, MADINAH - 14 tahun Sajeriah menunggu. Impian disabilitas netra asal Kota Paparepare itu terwujud. Naik haji di tahun 2024.

Sajeriah (65) mengungkap bagaimana bahagianya bisa naik haji di tahun 2024.

Sajeriah naik haji didampingi ponakannya bernama Hasmia (53). Ia tergabung kloter 3 Embarkasi Makassar.

Baca Juga: Bahtiar Baharuddin Tinjau 3 Proyek Nasional sebelum Pelantikan Pj Gubernur Sulsel

Kloter 3 Embarkasi Makassar telah berada di Kota Madinah sejak 15 Mei lalu.

Sajeriah mengatakan, bahwa semua perlengkapan haji disiapkannya sendiri. Mulai dari mencuci, melipat, dan menyusunnya di dalam koper.

Ia mengaku tak khawatir melakukan perjalanan haji. "Saya tidak takut, kalaupun saya meninggal tidak apa-apa," kata Sajeriah melansir laman Kemenag.go.id.

Baca Juga: KPK 6 Jam Geledah Rumah Adik Syahrul Yasin Limpo di Makassar

Hasmia, keponakan yang mendampingi Sajeriah naik haji mengaku sudah dekat dengan bibi sejak kecil.

Hasmia mengenal sosok Sajeriah sebagai pribadi mandiri. Bahkan, kerap mengurus para ponakannya.

Mulai memasak nasi, mencuci, dan mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga.

Baca Juga: Inilah 3 Santriwati MA Pondok Pesantren An Nuriyah Bontocini Bikin Bangga di MTQ Sulsel 2024

Hasmia bahkan tak merasa Sajeriah, bibinya, memiliki keterbatasan karena dia begitu terampil.

“Dia bisa masak, mencuci, dan segalanya dia lakukan sendiri,” ucap Hasmia.

Sementara itu, Hafidah, seorang perawat mengatakan Sajeriah memiliki semangat yang luar biasa. Kondisi kesehatannya sangat baik karena hasil tes kesehatan, baik darah, urine, dan lain-lain masih di bawah ambang batas.

“Semangatnya luar biasa, saya salut,” ujarnya.

M Hasyim Usman, Ketua Kloter 3 UPG juga salut akan semangat Sajeriah yang berkeyakinan besar untuk berangkat meski memiliki keterbatasan.

Baca Juga: Bahtiar Baharuddin ke Jakarta, Ada Pelantikan Pj Gubernur Sulsel Jumat Besok

“Awalnya, pendampingan dia tidak masuk. Awalnya yang diusulkan untuk mendampingi adalah keponakannya yang serumah, tetapi tidak bisa,” ucap Hasyim.

Begitu Sajeriah dinyatakan berangkat, Hasyim pun memberikan semangat. Salah satunya, dia membagi anggota rombongan dengan komposisi beragam, mulai dari tua muda, dan lansia. Juga dibagi ada anggota yang sehat dan yang memiliki masalah kesehatan. ***