POJOKSULSEL, MAKASSAR - Peluang bisnis budidaya jamur tiram mengantar Ramdana Sari dapat omzet jutaan rupiah per bulan.
Ramdana Sari merintis usaha budidaya jamur dengan niat coba-coba.
Ramdana Sari ingin bernostalgia. Ia pernah membudiya Pleurotus Ostreatus, nama latin jamur tiram saat kuliah di jurusan Biologi Unhas.
Baca Juga: Siapa Malahayati? Dapat Rekomendasi DPP PAN Maju Pilkada Polman 2024
Siapa sangka, niat coba-coba di tahun 2017, itu kini menjadi bisnis menjanjikan dengan omzet jutaan rupiah.
Bahkan, Wiwi, sapaan akrab Ramdana Sari, masih agak kesulitan memenuhi permintaan pasar jamur tiram.
Dua tahun merintis usaha, wanita asal Soppeng itu, mulai mengembangkan budidaya jamur tiram dengan skala besar.
Baca Juga: Pj Wali Kota Akbar Ali Imbau Warga Turut Bergerak Aktif Cegah DBD
Dia memanfaatkan salah satu rumah milik keluarganya di Mangga Tiga, Kacamatan Biringkanaya, Kota Makassar, sebagai tempat budidaya ribuan media tanam (baglog) budidaya jamur tiram.
Wiwi mengatakan, bisnis jamur tiram yang mulai dikembangkan pada tahun 2019, menjual jamur tiram dan media tanamnya (baglog).
Ia bisa memproduksi baglog 1.000 hingga 2.000 buah per bulan.
Baca Juga: Bacabup Golkar, Samsul Mahmud Kembalikan Formulir ke Partai Gelora Sore Ini
Baglog dipasarkan mulai haega Rp3.500 hingga Rp4.000 per buah.
Setiap baglog bisa menghasilkan jamur tiram sebanyak 0,3 hingga 0,4 ons per empat bulan.
Sementara itu, kata Wiwi, harga jamur tiram dibanderol Rp30 ribu per kilogram.
"Saya masih agak kesulitan memenuhi permintaan pasar," kata Wiwi.
Pada kesempatan yang sama, Wiwi mengatakan, budidaya jamur tiram terbilang mudah. Namun, butuh ketelitian dan pengetahuan dasar dunia mikrobiologi.
Baca Juga: Ashabul Kahfi Sebut Banjir Tahun Ini Terbesar di Sulsel, Singgung Mitigasi Bencana
Di antaranya pembiakan bibit jamur, cara sterilisasi alat dan bahan yang digunakan.
Pertama-tama, siapkan baglog yang berisi campuran serbuk gergaji, dedak, kapur, dan air.
Setelah semua media tanam tercampur dengan konsentrasi tertentu lalu dimasukkan ke dalam pastik bening hingga padat.
Baca Juga: Kanwil Kemenag Sulsel Perkuat 3 Aspek Dorong JCH Mandiri
Setelah itu pada bagian ujung diikat dengan tali rapi. Kemudian dilakukan sterilisasi dengan cara stim selama tiga jam.
Langkah selanjutnya adalah mengangkat baglog dan didiamkan hingga dingin (semalaman). Setelah dingin buka ikatan tali rapiah kemudian masukkan cincin yang terbuat dari pipa paralon, kemudian masukkan bibit jamur yang telah disediakan.
Selanjutnya bagian mulut plastik yang telah dipasangi cicin ditutup dengan kertas koran lalu diikat dengan karet. Biarkan hingga satu bulan hingga semua bagian baglog dipenuhi miselia jamur tiram yang ditandai dengan warna putih.
Baca Juga: Jangan Dicoba! Jemaah Haji Simpan Air Zamzam di Koper Bakal Kena Denda, Nilainya Tidak Main-Main
"Setelah itu buka penutup koran kemudian tunggu hingga jamur muncul. Namun syaratnya perhatikan suhu ruangan penyimpanan. Suhunya harus berkisar 25 hingga 28 derajat selsius," kata wanita kelahiran Soppeng 11 April 1989.
Lebih lanjut alumnus Biologi Unhas ini menuturkan biaya perawatan budidaya jamur tiram putih cukup ringan.
Yakni hanya dengan melakukan penyemprotan air. Itupun tujuannya hanya untuk menjaga suhu ruangan dan jamur. Satu baglog bisa menghasilkan jamur hingga enam bulan.
Setelah itu lakukan peremajaan, karena nutrisi jamurnya akan berkurang dan produktifitasnya berkurang. Namun jangan buang baglog tersebut, pasalnya bisa digunakan untuk media budidaya cacing.
"Sisa baglog saya selalu diambil oleh pembudidaya cacing. Bisa juga dijadikan bahan kompos u
ntuk tanaman," ucapnya. ***




