POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ketua Komisi 8 DPR RI, Ashabul Kahfi menyebutkan, banjir di Sulsel kali ini adalah yang terbesar. Sebanyak 7 kabupaten dilanda banjir dan tanah longsor.
"Banjir kali ini yang terbesar karwna melanda 7 kabupaten," kata Ashabul Kahfi saat mengikuti Rakor penanganan banjir dan longsor di Sulsel yang dipimpin Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Senin (6/5/2024).
Rakor penanganan banjir dan longsor di Sulsel dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar.
Baca Juga: Bacabup Golkar, Samsul Mahmud Kembalikan Formulir ke Partai Gelora Sore Ini
Ashabul Kahfi mengatakan, banjir dan longsor yang melanda tujuh kabupaten menyebabkan seribu lebih warga mengungsi. Bencana kali ini juga menelan korban jiwa.
"14 orang meninggal dan 7 orang hilang dan seribu orang harus mengungsi akibat banjir dan longsor yang terjadi pada 7 kabuoaten kota," katanya.
Menurutnya, banjir bandang di Luwu Utara pada tahun 2021, memang terparah. Tapi, itu hanya terjadi di satu kabupaten saja.
Baca Juga: Kanwil Kemenag Sulsel Perkuat 3 Aspek Dorong JCH Mandiri
Berbeda dengan tahun ini, banjir dan tanah longsor terjadi secara bersamaan pada tujuh kabupaten di Sulsel.
Menurutnya, bencana banjir dan tanah longsor di Sulsel tahun ini harus menjadi bahan kajian bersama.
Kabupaten Enrekang, yang sebelumnya tidak pernah dilaporkan tertimpa banjir. Tapi, beberapa waktu lalu juga sudah dilanda banjir dan longsor.
Baca Juga: Jangan Dicoba! Jemaah Haji Simpan Air Zamzam di Koper Bakal Kena Denda, Nilainya Tidak Main-Main
"Ini patut menjadi kajian kita semua dan renungan, bahwa tahun ini inillah banjir terbesar yang dialami oleh Sulsel," katanya.
Ashabul Kahfi menjelaskan, BPBD Sulsel pada Desember 2023, melaporkan 17 dari 24 kabupaten kota di Sulsel kategori cukup tinggi kerawanan bencana.
7 kabupaten yang dilanda banjir beberapa waktu lalu, masuk dalam daftar 17 daerah cukup tinggi kerawanan bencana.
Pada kesempatan itu, Ashabul Kahfi mencermati bahwa banjir dan longsor merupakan peristiwa berulang.
Sehingga, ia pun menyinggung soal mitigasi bencana di Sulsel.
Baca Juga: Beredar Foto Sampah Dibakar di Stadion Gaswon, Camat Wonomulyo, Samiaji Beri Penjelasan
"Apakah kita kurang mitigasi sehingga bencana ini terus terulang?".
Karena itu, ia meminta kepada BPBD kabupaten kota dan BPBD Provinsi, supaya bersinerhu dengan BNPB meningkatkan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat.
Mitigasi bencana disosialisai kepada masyarakat secara masif.
"Barusan ada banjir seperti ni. Ini banjir ada yang perlu kita evaluasi," ungkapnya ***




