POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 2024 atau Idul Fitri 2024 jatuh pada Hari Rabu 10 April 2024.
Penetapan 1 Syawal 2024 atau Idul Fitri 2024 jatuh pada Hari Rabu 10 April 2024 disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, beberapa waktu lalu.
Penetapan 1 Syawal 2024 atau Idul Fitri 2024 oleh Muhammadiyah ini dilaksanakan dengan metode Hisab Wujudul Hilal Hakiki.
Baca Juga: H Syamsul Ditunjuk Jadi Plt Kepala Kanwil Kemenag Sulbar Gantikan Syafrudin Baderung
Maklumat tersebut sesuai dengan Nomor 1/MLM/I.0/E/2024.
Maklumat ini ditandatangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Agama) akan menggelar sidang isbat penetapan 1 Syawal 2024 atau Idul Fitri 2024.
Baca Juga: Bos Lippo Group James Riady Sebut RSUD Andi Makkasau Parepare Terbaik
Sidang isbat penetapan 1 Syawal 2024 akan digelar pada Hari Selasa 9 April 2024 untuk menentukan Idul Fitri 2024.
Sidang isbat penetapan 1 Syawal 2024 sedianya akan digelar di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag RI Jakarta.
Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin menerangkan, pemantauan hilal 1 Syawal 2024 akan dilaksanakan di sejumlah provinsi di Tanah Air.
Baca Juga: NasDem Sulsel Usung Tasming Hamid Maju Pilwalkot Parepare
Sedikitnya ada 120 tim yang akan melakukan pemantauan hilal penetapan 1 Syawal 2024 di seluruh Indonesia.
Dari laporan ini, kemudian akan disimpulkan dalam Sidang isbat penetapan 1 Syawal 2024.
Kamaruddin Amin menyebutkan, sidang isbat ini nantinya diselenggarakan secara tertutup, dengan mengundang sejumlah pihak.
Baca Juga: Gebyar Ramadan Festival 2024 di Maros, Bangkitkan Semangat UMKM dan Kreativitas Anak Muda
Antara lain dari Komisi VIII DPR RI, Majelis Ulama Indonesia atau MUI, duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, serta Tim Hisab Rukyat Kemenag.
Menurut Kamaruddin Amin, sesuai dengan MABIMS atau kesepakatan dengan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, posisi hilal memenuhi kriteria visibilitas hilal atau Imkanur Rukyat.
Yakni dengan tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.
***



