"NGOPIMU kurang jauh bro!" Inilah kalimat bagi yang tidak mengenal mobil Suzuki Jimny Katana keluaran produksi tahun 1980-1900-an.

Kendaraan roda empat produksi Suzuki ini sampai sekarang masih banyak diminati oleh hampir sebahagian kalangan tua muda, baik untuk memenuhi aktifitas harian, ataupun kegiatan lainnya seperti overland dan offroad.

Dimensi dengan ukuran panjang 3,430 mm, lebar 1.460 mm dan tinggi 1.680 dengan mesin berkapasitas 1.000 cc, sanggup melibas segala medan karena memiliki material body terbuat dari kaleng, sehingga pas ada benturan kemungkinan body hanya penyok dan tidak sampai retak.

Baca Juga: Ardan Aras Tembus DPRD Polewali Mandar, Kualitas Sepak Bola Jadi Perhatian Mantan Pemain Timnas Indonesia

Hal tersebut yang membuat Jimny Katana masih di gandrungi khususnya komunitas para pencinta offroader seperti SKIn (Suzuki Jimny Katana Indonesia) Chapter Makassar, kelompok yang menggaungkan slogan "Satukan, Jangan Pisahkan" dan sudah mendeklarasikan dirinya selama satu dekade.

Komunitas ini ditemui di kampung Pattung Dusun Bonto bonto, Kecamatan Tompo Bulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Daerah ini dikenal memiliki medan yang hanya bisa di akses untuk kendaraan yang berstandar 4WD ( 4 will drive) atau lebih familiar dengan 4 x 4.

Di kampung itu, SKInsedang meyalurkan bantuan material pembangunan masjid, berupa semen, atap spandek dan berbagai kebutuhan lainnya.

Baca Juga: Kartini Lolo PDI Perjuangan Masuk Bursa Figur Kuat Bertarung di Pilkada Pinrang

"Alhamdulillah tanpa bermaksud rya' kegiatan ini terselenggara murni donasi dan swadaya teman teman SKIn Makassar juga merupakan agenda rutin. Baksos di Pattung ini sudah ke empat kalinya dan sudah ada dua masjid yang kami turut andil dalam menyelesaikan pembangunannya. InsyaAllah akan kami kunjungi lagi pada pertengahan bulan depan untuk merealisasikan agenda safari ramadhan," kata Ketua SKIn Chapter Makassar Baso Jaya, yang akrab dipanggil Om Baso.

Peserta baksos yang umumnya dihadiri oleh anggota Skin Makassar terlihat sangat antusias dalam melaksanakan program kerja tersebut. Walupun kondisi pada saat itu hujan dan gelap mereka tetap semangat membentangkan awning ( tenda yang siap terpasang di sisi kiri kanan mobil) untuk berteduh. Termasuk di antaranya Om Ade, Cimmank, dan Kemal (Om merupakan sapaan akrab dalam komunitas).

Dalam suasana santai merekapun memambahkan bahwa baksos ini selain menyalurkan hobby adventurir mereka, juga agar komunitas ini bisa memberi kontribusi dan bermanfaat buat orang lain.

Baca Juga: Daftar Lima Pj Kepala Desa di Kabupaten Mamuju yang Dilantik Sitti Sutinah Suhardi

"Harapan kami bisa mereduksi stigma negatif, kalau pemilik atau komunitas jimny katana itu khusnya 4 x 4 hanya menghabiskan uang dan bergelut di dalam kubangan lumpur...emangnya kami kebo!" kata mereka sambil tertawa di sela seruputan kopi panas.

Citizen Report: Mrully U Camping Channel