POJOKSULSEL, MAKASSAR - Jemaah An Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), memiliki metodologi tersendiri dalam menetapkan awal puasa Ramadhan 2024. Di antaranya memakai bantuan aplikasi memantau akurasi pergerakan bulan.
Pimpinan Jemaah An Nadzir Gowa, Samiruddin Pademmui mengatakan, aplikasi yang dipakai Jemaah An Anadzir dalam menetapkan awal puasa Ramadhan 2024 adalah Lunasolcal dan Sun position demo.
Samiruddin Pademmui mengatakan, dua aplikasi yang dipakai jemaah An Nadzir Gowa tersebut membantu akurasi perpisahan bulan. Termasuk perpisahan bulan Syakban ke Ramadhan 2024.
"Nah, di sinilah kami ada bantuan aplikasi yang sudah kita amati beberapa tahun ini sangat membantu akurasi daripada perpisahan bulan," kata Samiruddin Pademmui, Jumat (8/3/2024.
Baca Juga: Buntut Dituding Gelembungkan Suara, dr Udin Malik Lapor ke Polisi
Selain itu, kata Samiruddin Pademmui, Jemaah An Nadzir sudah mengamati purnama pada 14, 15, dan 16 Syakban. Atau bertepatan tanggal 23, 24, dan 25 Februari 2024.
Tidak sampai di situ, pengamatan bulan kembali dilakukan pada 27, 28, dan 29 Syaban. Atau bertepatan tanggal 7, 8 dan 9 Maret 2024.
Samiruddin Pademmui mengatakan, metode lain yang dipakai An Nadzir adalah melihat bayangan bulan menggunakan kain tipis. Metode melihat bulan bayangan bulan ini dilakukan pada subuh hari.
Baca Juga: Pemprov Sulbar Dibantu Kalla Group untuk Pembangunan Jalan dan Jembatan , Nilainya Fantastis
Ia mengatakan, masih melihat empat bayangan bulan pada Kamis (7/3/2024) subuh. Itu berarti, bulan Syaban masih akan terbit sebanyak 3 kali.
"Tadi subuh 3 bayangan berarti terbit lagi 2 kali, jadi masih terbit di timur itu besok dan hari Ahad," kata Samiruddin Pademmui.
Lebih jauh dijelaskan pimpinan An Nadzir Gowa, bulan Syakban yang terbit pada hari Minggu subah akan berganti ke Ramadhan 1445 H pada pukul 17.00 Wita.
Baca Juga: Peta Kekuatan NasDem di Sulsel pada 3 Kali Pemilu, Selangkah Lagi Ukir Sejarah
"Syaban ke barat itu sudah tidak sampai lagi di barat, jadi pergantian bulan atau konjungsi sekitar jam 5 sore waktu kita di sini (Wita), di barat sekitar jam 4 sore (WIB), kalau bagian timur (WIT) sekitar jam 6, itu sudah terjadi perpisahan bulan artinya sudah masuk Ramadan di hari Ahad," kata dia.
Meskipun awal Ramadhan 1445 H sudah masuk pada Minggu sore. Namun, jemaah An Nadzir tetap akan menghitung satu Ramadhan penuh pada hari Senin, 11 Maret 2024.
Samiruddin Pademmui mengatakan, berdasarkan pemahaman An Nadzir, jika ada yang mau berpuasa di hari Minggu, maka niat puasanya menyambut Ramadhan 1445 H.
"Nah, berdasarkan itu, yang dipakai An Nazir selama ini kalau mau puasa hari Ahad boleh saja kita niat menyambut datangnya Ramadan artinya dalam keadaan berpuasa Ramadan masuk," katanya.
Baca Juga: Anggaran Pengamanan Pilkada Sulsel Rp119 Miliar, Ini Rinciannya
"Tapi untuk sempurnanya mulai 1 Ramadan penuh itu adalah tanggal 11 Maret 2024, hari Senin." ***




