POJOKSULSEL. MAKASSAR - Prof Dr Firdaus Muhammad, M.Ag telah menerima KMA Guru Besar dalam bidang Komunikasi Politik Islam UIN Alauddin Makassar di Jakarta, Kamis (18/1/2024).

Jalan panjang merawat jejak rekam ulama yang jadi fokus Prof Firdaus Muhammad, mengantarkannya meraih gelar akademik tertinggi sebagai Guru Besar Komunikasi Politik Islam pada usia 47 tahun.

Guru Besar Komunikasi Politik Islam UIN Alauddin Makassar, Prof Firdaus Muhammad, konsen menulis rekam jejak ulama-ulama di Sulawesi Selatan dan Barat dalam satu dekade terakhir ini.

Baca Juga: Surat Perintah Ketum Golkar, TP Dipersiapkan sebagai Bakal Calon Gubernur Sulsel 2024

Mantan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, itu bertekad memperjuangkan nilai-nilai politik keislaman.

"Nilai-nilai politik keislaman itu yang harus diperjuangkan. Apalagi kan branded-nya dari UIN," kata Firdaus Muhammad.

Ia mengatakan, komunikasi politik Islam masih belum banyak dikaji. Padahal, topik tersebut adalah ikhtiar perjuangan meneladani kepemimpinan politik nabi, sahabat hingga para ulama.

"Memang yang harus diperjuangkan adalah meneladani kepemimpinan politiknya nabi, itu di antaranya," katanya.

Baca Juga: Ketua Bawaslu RI Sebut Sekda Takalar Bakal Diperiksa Soal Dugaan Kampanye Salah Satu Kandidat Pilpres 2024

Prof Firdaus Muhammad mengatakan, dalam perjalanannya yang fokus mengkaji komunikasi politik Islam, ia menemukan bahwa ulama-ulama itu mengembangkan komunikasi politik.

Ia menjelaskan, keberhasilan Islam itu dikembangkan melalui jalur politik. Tapi bukan politik pragmatis. Melainkan politik sebagai alat untuk dakwah.

Komunikasi politik yang dikembangkan para ulama, lanjut Prof Firdaus Muhammad, berupa jalan kekuasaan untuk pengembangan dakwah. Mulai dari nabi, sahabat, hingga ulama Sulsel Syekh Yusuf.

Baca Juga: Reses di Dua Lokasi, Anggota DPRD Makassar Rezki Janji Kawal Aspirasi Warga Soal PKH hingga Drainase

"Bukan agama diperalat untuk kekuasaan. Tetapi jalan kekuasaan untuk pengembangan dakwah.di antaranya mulai nabi, sahabat, Syekh Yusuf," katanya.

Perjuangan merawat rekam jejak ulama di Sulsel dan Sulbar, Prof Firdaus Muhammad telah menulis 200-an profil ulama. Dia juga menulis buku tentang komunikasi politik ulama.

"Saya menulis Scopus Komunikasi Politik Syekh Yusuf, yang belum banyak dikaji orang," katanya.

Prof Firdaus Muhammad juga sudah menulis 20-an buku. Ia termasuk akademisi yang produktif menulis.

Di antara bukunya yang sudah diterbitkan, yakni Komunikasi Politik Persfektif Komunikasi Islam (Teori, Startegi dan, Aplikasi) diterbitkan pada tahun 2022, Satu Abad Komunikasi NU (2022).

Baca Juga: Anggota DPRD Makassar Apiaty Amin Syam Tampung Curhat Warga Sola Keamanan hingga Drainase

Ia juga pernah menulis buku berjudul Politik Profetik Reinventing Kepemimpinan Politik Rasulullah (2014).

Data Diri

Nama: Prof Dr Firdaus Muhammad MAg

Tempat Tanggal Lahir: Wajo, 20 Februari 1976

Pendidikan:

– Pesantren As’sadiyah Wajo (1992) 

– Pesantren An Nadlah Makassar (1995).

– S1 IAIN Alauddin Makassar (1999)

– S2 IAIN Raden Intan Lampung (2003)

– S3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2008) ***