POJOKSULSEL, MAKASSAR - Prof Dr dr Khairuddin Djawad, SpKK (K) dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu tumor bedah kulit, Fakultas Kedokeran, Universitas Hasanuddin (Unhas).

Prof Khairuddin Djawad merupakan guru besar pertama NIDK Fakultas Kedokteran Unhas. Ia memiliki 95 publikasi jurnal internasional bereputasi, 26 di antaranya sebagai first author.

Pria kelahiran Pangkajene, 13 Februari 1966 itu mengawali karier sebagai dokter PTT di Kalimantan Timur. Khairuddin Djawad kemudian terangkat sebagai dokter PNS Kemenkes penempatan Puskesmas Bungi Pinrang tahun 1996.

Ia lalu menjadi dosen di bagian ilmu kesehatan kulit dan kelamin RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Baca Juga: Prof Hamdan Juhannis Tegaskan Akreditasi Unggul Harga Mati Periode II Pimpin UIN Alauddin Makassar

Sejak tahun 2003 sampai sekarang sebagai dosen NIDK departemen ilmu penyakit kulit dan kelamin FK Unhas.

Prof Khairuddin Djawad pernah menjabat sebagai Ketua Prodi Dermatologi dan Venereologi, Sekretaris Prodi S3 Kedokteran.

Saat ini, dia menjabat sebagai Ketua Departemen Dermatologi dan Venereologi FK Unhas.

Pada jenjang pendidikan, Prof Khairuddin Djawad menempuh pendidikan SD dan SMP di Pangkajene dan SMA 1 Makassar.

Baca Juga: Pravelensi Stunting di Kota Parepare Cenderung Turun, Akbar Ali Beberkan Rahasianya

Ia melanjutkan kuliah pada Pendidikan dokter di Unhas dan selesai tahun 1992. Program spesialis kulit dan kelamin di Fakultas Kedokteran Unhas selesai 2002. Program studi Pendidikan Dokter di FK Unhas.

Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa memuji Prof Khairuddin Djawad yang aktif melakukan publikasi jurnal internasional.

"Walaupun beliau Alumni S1, S2,S3, di Unhas, tapi di luar dugaan beliau memiliki 80 publikasi internasional. Ini luar biasa!" kata Prof Jamaluddin Jompa.

Prof Khairuddin Djawad menyampaikan pidato pengukuhan guru besar berjudul “Penggunaan Bahan Alami Sebagai Pelindung Pencegah Kanker Kulit Tinjauan Molekul dan Klinis”.

Ia menuturkan bahwa kurkumin dan ekstra kulit buah manggis memiliki efek proteksi terhadap inflamasi dan kanker kulit baik diiinduksi oleh ultraviolet maupun agen kimia pemicu kanker (DMBA) pada mencit.

"Penggunaan bahan alami ini sudah digunakan secara luas di masyarakat, namun penggunaan bahan tersebut untuk tujuan preventif masih kurang mendapatkan tempat dalam industri kosmetik," jelas Prof Khairuddin Djawad.

Lebih lanjut, dalam saran yang disampaikan, disebutkan bahwa penggunaan kurkumin atau ekstrak kulit buah manggis dapat menjadi alternatif yang efektif selain menggunakan pelindung kulit seperti topi, payung, atau tabir surya saat melakukan aktivitas di luar rumah.

Baca Juga: KEREN! Basli Ali Jadi Bupati Pertama yang Dinobatkan Sebagai Bapak BPD

Hal ini bertujuan untuk melindungi kulit dari efek akut dan kronik yang disebabkan oleh paparan sinar matahari atau agen kimiawi yang bersifat karsinogenik. ***