POJOKSULSEL, MAKASSAR - DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia Sulawesi Selatan (Persagi Sulsel), melaksanakan sejumlah kegiatan memperingati pekan menyusui sedunia atau world breastfeeding week tahun 2023.

Peringatan Pekan Menyusui Sedunia dilaksankan Persagi Sulsel bersama Jenewa Institut dan AIMI Sulsel didukung oleh UNICEF dan Tanoto Foundation.

Satu Rangkaian dengan car free day, Persagi Sulsel membukan layanan konseling menyusui dan konsultasi gizi bagi remaja, usia produktif, dan lansia.

Ketua Persagi Sulsel, Manjilala mengatakan pekan menyusui sedunia atau World Breastfeeding Week merupakan perayaan global yang diperingati setiap tanggal 1-7 Agustus.

Baca Juga: Menhan Prabowo Hadiri Jalan Sehat Anti Mager Terbesar di Sulsel

Ia mengatakan, memperingati pekan menyusui sedunia merupakan bagian dari promosi dukungan, pendidikan, penelitian dan tren progresif untuk ibu menyusui.

Pekan menyusui sedunia tahun 2023 mengusung tema Enabling Breastfeeding: Making a Difference for Working Parents.

"Yaitu menekankan pada upaya-upaya pendukung menyusui kepada orang tua (ibu dan ayah) yang bekerja," kata Manjilala.

Baca Juga: UIM Buka Rekrutmen untuk 7 Jabatan Struktural, Pengajuan Formulir Hingga 7 Agustus

Menurutnya, tema pekan menyusui sedunia tahun 2023 relevan dengan tantangan yang dihadapi orang tua yang bekerja.

Berdasarkan data riset kesehatan dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa hanya 38,7 persen anak laki-laki dan 35,9 persen anak perempuan usia 0-bulan yang mendapatkan air susu ibu atau ASI eksklusif.

Data BPS tahun 2022 menunjukkan Sulsel mengalami penurunan persentase pemberian ASI eksklusif untuk bayi usia kurang dari 6 bulan.

Penurunuan pemberian ASI eksklusif di Sulsel turun dari 76,43 persen tahun 2021 menjadi 75,88 persendi tahun 2022.

Baca Juga: Ada 73 Bacaleg DPRD Makassar Tidak Memenuhi Syarat Hasil Vermin Perbaikan KPU Makassar

Padahal, ASI mengandung banyak zat gizi yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Didalam ASI terdapat kandungan lemak, protein, karbohidrat, vitamin serta mineral yang dibutuhkan bayi.

Selain itu, ASI juga bermanfaat untuk membentuk sistem imun sehingga bayi tidak mudah terserang penyakit.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi yang diberikan ASI memiliki kemampuan yang lebih baik dalam tes kecerdasan dan cenderung tidak mengalami kelebihan berat badan ketika beranjak dari anak-anak hingga dewasa.

Pengusungan tema peringatan pekan menyusui sedunia tahun 2023, itu berdasarkan penelitan perbandingan durasi menyusui orang tua dengan cuti hamil dan melahirkan kurang dari 3 bulan dan 3 bulan lebih.

Baca Juga: Rektor IAIN Parepare Sampaikan ke Taufan Pawe Terkait Rencana Alih Status Jadi UIN

Orang tua dengan cuti hamil dan melahirkan kurang dari 3 bulan durasi menyusui yang lebih pendek dibandingkan dengan mereka yang memperoleh cuti 3 bulan atau lebih.

Selain itu, dukungan fleksibilitas dan cuti kepada ayah juga sangat diperlukan untuk memberikan dukungan kepada pasangannya yang sedang menyusui.

Selain itu, diperlukan fasilitas menyusui yang memadai di tempat kerja untuk mendukung proses dan periode menyusui.

(***)