POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pionir weight control center di Indonesia, LIGHThouse secara resmi mengumumkan peluncuran klinik terbaru mereka di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel)

Peluncuran klinik ini menandai ekspansi pertama ke kawasan timur Indonesia serta menjadikan Makassar sebagai klinik ke 17 setelah 16 klinik di Jabodetabek, Surabaya, dan Medan.

Founder dan CEO LIGHThouse, dr Grace Judio mengatakan merupakan sebuah kebanggaan bagi LIGHThouse untuk bisa mengumumkan pembukaan klinik terbaru kami di Makassar.

Baca Juga: Rincian Biaya Studi Program Magister dan Doktor di UIN Alauddin Makassar Semester Ganjil Tahun Ajaran 2024

Grace Judio mengatakan, kesempatan itu menjadi salah satu bukti komitmen LIGHThouse dalam membantu masyarakat di seluruh Indonesia dengan permasalahan mereka terkait kelebihan berat badan dan lemak serta nafsu makan tak terkontrol dalam mencapai berat badan ideal dan tingkat kesehatan yang lebih tinggi.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2023, prevalensi obesitas di Indonesia meningkat menjadi 23,4 persen meningkat dari 21,8 persen di 2018.

Sementara itu, berdasarkan dengan data terakhir dari Kementerian Kesehatan, Makassar sendiri memiliki prevalensi obesitas 24,05 persen.

Baca Juga: Disdik Kota Makassar Terapkan Jalur Solusi PPDB SMP, Seperti Apa?

Isu ini pastinya didorong oleh banyaknya faktor termasuk di antaranya, genetik, pola hidup dan makan, hingga faktor sosial ekonomi.

Melihat permasalahan obesitas yang terus meningkat di Makassar, Klinik LIGHThouse Indonesia semakin yakin untuk dapat membantu mengatasi permasalahan kesehatan ini.

Dibekali dengan 20 tahun lebih pengalaman dan lebih dari 5 juta perawatan yang dilakukan, LIGHThouse telah sukses membantu lebih dari 90 ribu klien di seluruh Indonesia dalam menghadapi permasalahan berat badan.

Baca Juga: Pemkot Parepare Jaring Masukan Masyarakat Susun RPJMD 2025-2029

Kesuksesan ini didasari oleh metode perawatan LIGHThouse yang berbasis pada:

Innovatif

Perawatan LIGHThouse selalu mengedepankan pembaruan teknologi dan program terdepan.

Komprehensif

Perawatan yang ditawarkan merupakan gabungan lengkap dari konsultasi, pola makan, pola pikir, terapi pendukung, makanan, hingga obat untuk membantu efisiensi proses diet para klien.

Baca Juga: Simak Alur Pendaftaran Calon Mahasiswa Program Magister dan Doktor UIN Alauddin Makassar

Berbasis Medis

Seluruh perawatan yang dilakukan di LIGHThouse berbasiskan dan secara konstan berada dibawah pengawasan medis, sehingga menjamin keamanan dan kesehatan dari proses perawatan

Aman dan Teruji

Seluruh program yang ditawarkan oleh LIGHThouse telah melalui proses uji klinis untuk memastikan keamanan dan keefektifitasan produk.

Baca Juga: UIN Alauddin Makassar Buka Penerimaan Calon Mahasiswa Magister dan Doktor, Ini Syarat dan Link Pendaftaran

Mudah diikuti

Setiap program yang ditawarkan oleh LIGHThouse secara khusus didesain untuk mengikuti kepribadian dan kebutuhan setiap klien sehingga proses yang dilalui dapat menyesuaikan dan gampang diikuti oleh setiap kliennya.

Febrina selaku pasien LIGHThouse mengaku bahwa, LIGHThouse benar-benar mengubah hidupnya menjadi lebih baik.

Baca Juga: Interflour Indonesia Kampanye Cuan Baru dari Kawan Baru di Mal Panakkukang

Ia menceritakan awal mula menjalankan program LIGHThouse di tahun 2016, berat badannya mencapai 95 kg yang dalam 12 minggu berhasil turun menjadi 62 kg.

"Senangnya adalah berat badan tersebut tetap dapat saya maintain hingga kini hanya dengan tetap konsisten menjalankan anjuran yang diberikan oleh tim LIGHThouse," kata Febrina.

Selain Febrina pasien LIGHThouse Gabriella juga mengalami penurunan berat badan yang turun secara signifikan.

Di samping dari metode penurunan berat badan yang ditawarkan, Klinik LIGHThouse juga memiliki advanced program yang ditawarkan oleh Klinik LIGHThouse X seperti program fat removal dan operasi bariatrik yang saat ini baru tersedia di Jakarta.

“LIGHThouse sejatinya ingin bisa menghadirkan setiap layanan yang kami miliki di seluruh kota tempat LIGHThouse beroperasi, akan tetapi mengingat kompleksitas prosedur, serta komitmen terhadap proses medis dan keselamatan pasien hal ini pastinya harus dilakukan secara bertahap,” tambah dr Grace Judio dalam keterangan tertulisnya. ***