POJOKSULSEL, MAKASSAR — Film layar lebar bertema aksi, drama, dan militer berjudul TUNGKE – Badik Tak Bertuan resmi melangkah lebih dekat ke tahap produksi.

Rencana penggarapan film TUNGKE – Badik Tak Bertuan menguat setelah tim produksi melakukan audiensi dengan Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, di Makassar.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi tim produksi untuk memaparkan perkembangan tahap pengembangan film TUNGKE – Badik Tak Bertuan sekaligus meminta arahan dan dukungan institusi TNI AD, khususnya Kodam XIV/Hasanuddin.

Tujuannya jelas: memastikan proses produksi berjalan aman, tertib, serta tetap menjunjung nilai kehormatan prajurit.

Baca Juga: Maros Jadi Rujukan Tata Kelola Pasar, DPRK Yapen Papua Turun Langsung Belajar

Dalam audiensi itu, Pangdam XIV/Hasanuddin didampingi sejumlah pejabat utama Kodam, antara lain Aspers Kasdam Kolonel Inf Amran Aris Sallo, Asops Kasdam Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, dan Asintel Kasdam Kolonel Inf Asyraf Azis.

Sementara dari pihak film, hadir Harry Maverick selaku produser sekaligus sutradara, Miftah F. Rahman sebagai CEO dan Founder PT GO Talent Academy Indonesia, serta Yasjudan Andika Perkasa, Direktur Utama SM Group yang menjadi sponsor utama. Tim produksi juga diwakili Hasriyanti Nurdin dari divisi manajemen keuangan proyek.

Tak hanya itu, sejumlah pemeran utama turut hadir, di antaranya Zuhdi Abbad, Ivada Dewata Laan, Ananda Putri Alfian, dan Andi Marhamatul Aulia.

Pangdam Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, menyambut positif gagasan film TUNGKE – Badik Tak Bertuan yang dinilai tak sekadar menampilkan aksi militer, tetapi juga mengangkat nilai kemanusiaan, pengabdian, dan dilema moral prajurit di medan tugas.

Baca Juga: Gandeng FISI Australia, Dua Dosen UIN Alauddin Makassar Turun Langsung Bantu Korban Bencana di Sipirok

Dukungan pun diberikan. Pangdam Mayjen TNI Bangun Nawoko bahkan menginstruksikan jajaran terkait untuk mulai melakukan koordinasi pendampingan menjelang proses produksi yang dijadwalkan dimulai awal Januari 2026.

Film ini ditargetkan tayang bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November 2026.

Harry Maverick menjelaskan, TUNGKE – Badik Tak Bertuan mengisahkan perjalanan seorang prajurit muda TNI yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. Dalam penugasannya, sang tokoh dihadapkan pada konflik kemanusiaan, termasuk praktik perdagangan manusia lintas batas.

“Sebilah badik pusaka menjadi simbol kehormatan dan pergulatan batin tokoh utama dalam memahami makna sejati pengabdian sebagai prajurit,” ujar Harry dalam keterangannya.

Rencananya, proses pengambilan gambar akan dilakukan di sejumlah lokasi di Sulawesi Selatan, mulai dari Kota Makassar, Kabupaten Bone, hingga Kabupaten Sinjai.

Produksi film ini juga akan melibatkan potensi lokal, baik dari sisi budaya, lanskap alam, maupun sumber daya manusia.

Tim produksi berharap dukungan dan doa dari masyarakat, khususnya warga Makassar dan Sulawesi Selatan, agar film ini dapat berjalan lancar dan menjadi karya yang membanggakan daerah.

Dengan dukungan Kodam XIV/Hasanuddin serta keterlibatan talenta lokal, TUNGKE – Badik Tak Bertuan diharapkan tak hanya menjadi tontonan hiburan, tetapi juga ruang refleksi tentang pengorbanan, kehormatan, dan arti menjadi seorang prajurit bagi bangsa.

***