POJOKSULSEL, MAROS - Rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Yapen bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dispurindag) Kabupaten Yapen, Papua, menyambangi Kabupaten Maros untuk mempelajari langsung tata kelola pasar dan pemberdayaan UMKM.

Kunjungan kerja tersebut diterima Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopurindag) Kabupaten Maros, Andi Syam Sofyan, di Kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu UMKM (PLUT UMKM) Maros, Jalan Gladiol, Kecamatan Turikale, Senin (29/12/2025).

Menurut Andi Syam Sofyan, rombongan DPRK dan Dispurindag Yapen ingin melihat secara langsung bagaimana Kabupaten Maros mengelola sektor perdagangan, mulai dari pasar tradisional hingga kawasan kuliner dan UMKM.

“Mereka tertarik dengan sistem pengelolaan pasar, penarikan retribusi, penataan pedagang kaki lima, sampai pengembangan UMKM. Maros ingin dijadikan role model untuk diterapkan di Yapen,” kata Andi Syam dikutip rilis Humas Pemkab Maros.

Baca Juga: Gandeng FISI Australia, Dua Dosen UIN Alauddin Makassar Turun Langsung Bantu Korban Bencana di Sipirok

Ia menambahkan, Diskopurindag Maros terbuka berbagi pengalaman, termasuk soal strategi menata kawasan ekonomi agar tetap tertib namun tetap ramah bagi pelaku usaha kecil.

Wakil Ketua III DPRK Yapen, Bernard Worumi, mengatakan kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya menyusun kebijakan berbasis praktik langsung di lapangan.

“Kami ingin melihat secara nyata bagaimana sistem penarikan retribusi pasar berjalan, sekaligus menyandingkan program Dispurindag Yapen dengan yang sudah diterapkan di Maros,” ujar Bernard.

Ia juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Yapen saat ini menunjukkan tren positif. Salah satu pendorongnya adalah peran aktif masyarakat Sulawesi Selatan yang menetap dan berusaha di wilayah Yapen.

Baca Juga: Pendaftaran Bakal Calon Rektor IAIN Parepare 2026–2030 Resmi Dibuka, Simak 4 Persyaratan Utama Ini!

“Kontribusi mereka sangat terasa dalam menggerakkan ekonomi daerah kami,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, hadir pula Wakil Ketua II DPRK Yapen Djorge Diamond Logianto, Ketua Komisi A Fredrik Samber, Ketua Komisi C Ayub Rawat, Ketua Fraksi NasDem Emma Tauran, sejumlah anggota DPRK, serta Sekretaris DPRK Yapen Muslimin.

Bernard menegaskan, hasil kunjungan ke Maros akan menjadi bahan penting dalam pengembangan kebijakan di Yapen.

“Apa yang kami lihat di Maros akan kami jadikan acuan dan kami sesuaikan dengan kondisi daerah kami,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dispurindag Kabupaten Yapen, Muhammad Alwi, menyebut pihaknya berencana mengadopsi konsep pengelolaan pasar dan ruang publik seperti yang diterapkan di Maros.

“Kami punya beberapa pasar dan alun-alun kota. Ke depan akan kami kembangkan menjadi kawasan olahraga, car free day, hingga pusat kuliner, mirip konsep Pantai Tak Berombak di Maros,” jelasnya.

Ia juga menilai pembangunan ekonomi dan perdagangan di Maros berjalan cukup pesat dan terkelola dengan baik.

“Kami ingin belajar, khususnya soal tata kelola retribusi dan cara meminimalkan kebocoran pajak daerah,” pungkas Alwi. ***

Maros jadi rujukan tata kelola pasar. DPRK Yapen Papua turun langsung belajar pengelolaan pasar, retribusi, hingga pemberdayaan UMKM.