POJOKSULSEL, MAKASSAR - Film Rantemario pada awal Maret 2024 ini akhirnya berhasil ikut dalam deretan film Indonesia yang berkompetisi mewakili Indonesia di festival film internasional periode Maret-Mei 2024.

Film Rantemario akan berlaga dengan ribuan film dari berbagai negara untuk mendapatkan tempat bergengsi disetiap festival tersebut.

Sejak awal Maret, film Rantemario besutan sutradara Indra J Mae ini sudah berhasil terkirim di 24 festival film internasional di 21 negara dengan status "in consideration" yang berarti film tersebut dalam proses screening untuk dipertimbangkan.

Baca Juga: Kepala BSKDN Kemendagri Apresiasi Gerakan Inovasi Pemkot Parepare

Menurut Indra J Mae, keikutsertaan film Rantemario diajang festival film internasional pada dasarnya bertujuan untuk mengefektifkan promosi sekaligus penyebaran pesan sosial yang dimuat dalam film tersebut.

"Film yang diterima di festival film internasional memiliki aturan dan syarat yang ketat. Materi film mesti di screening dulu sebelum dipertimbangkan masuk tahap seleksi berikutnya. Screening dalam setiap festival, melibatkan puluhan bahkan ratusan orang pengamat film. Proses itu jelas menguntungkan jika target film kita adalah promosi," jelas Indra J Mae.

Sepanjang Maret hingga Mei, film Rantemario rencananya akan terus digulirkan kesetiap negara yang menyelenggarakan festival film. Tujuannya sudah jelas, promosi yang efektif.

Baca Juga: Pemkot Parepare Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan

"Makin banyak tentu semakin bagus. Lebih menguntungkan lagi jika bisa masuk kategori Official Selection. Film ini akan diberi ruang khusus untuk membentangkan layar dan ditonton ribuan orang dari berbagai negara secara online, " terang Indra J Mae.

Dari 24 ajang festival film internasional yang diikuti film Rantemario, beberapa diantaranya adalah festival besar dan bergengsi. Salah satunya adalah Cannes Film Festival, ajang festival film tahunan yang diadakan di Cannes, Prancis, yang menayangkan film-film baru dari seluruh genre, termasuk film dokumenter dari seluruh dunia.

Selain itu, film Rantemario juga masuk di Toronto International Film Festival atau biasa disebut TIFF. TIFF adalah perhelatan film terbesar di Kanada yang menghadirkan ribuan profesional kelas dunia dalam bidang industri film.

Baca Juga: Kabupaen Maros, Daerah Ramah Investasi Bagi Pengembang Properti

Penghargaan yang diberikan di TIFF sering kali diberikan kepada film-film besar dan menarik, hal ini dipandang sebagai awal dari perjalanan sebuah karya film menuju penghargaan Oscar. Festival ini kerap dipenuhi dengan film-film Hollywood beranggaran besar.

Indra J Mae mengaku sangat senang dengan distribusi film Rantemario yang berhasil masuk ke berbagai festival film internasional. Kendati hasilnya belum bisa dipastikan, namun target promosinya sudah cukup memuaskan.

"Hasil itu belakangan, karena tujuan kami adalah film Rantemario bisa dikenal publik secara luas dan diakui para pelaku industri film profesional. Itu poin utama untuk menjual, " pungkas Indra J Mae.

Sekadar diketahui, Film Rantemario merupakan film karya sineas Makassar. Adalah Rumah produksi CahayaDitama bekerja sama dengan ARN Group yang menjadi tulang punggung utama Film Rantemario ini.

Film Ranteramario yang bergenre drama petualangan ini mengisahkan kisah cinta dua remaja yang berakhir tragis dan dikemas pada tahun 90 an.

Baca Juga: Buntut Dituding Gelembungkan Suara, dr Udin Malik Lapor ke Polisi

Dalam film Rantemario ini dikisahkan kisah cinta sepasang kekasih yang mengutarakan niatnya untuk menikah di pengunungan Latimojong tepatnya dipuncak Rantemario.

Film Rantemario ini menampilkan kisah cinta, pengalaman kehidupan dan edukasi tentang linkungan dengan gimik yang beragam ekspresi. Film Rantemario yang berdurasi 1 jam 40 menit ini mengambil lokasi syuting di kota Makassar, Kabupaten Gowa, Maros dan Enrekang.

Sutradara film Rantemario Indra J Mae mengutamakan pengambilan gambar langsung di pengunungan Latimojong tepatnya di puncak Rantemario, agar penonton di suguhkan ke indahan alam gunung Latimojong yang merupakan salah satu puncak tertinggi di Indonesia atau biasa disebut dengan istilah Seven Summits di Indonesia, gunung tertinggi favorit pendaki.(***)