POJOKSULSEL.com - Sejak dahulu kala, burung perkutut dikenal sebagai burung keberuntungan yang sudah dari jalan dulu diyakini oleh sebagian besar orang Jawa.
Burung perkutut yang dikenal sebagai Katuranggan atau Yoni adalah burung klasik peliharaan para raja dan orang-orang yang dihormati di Jawa, karena legenda burung keberuntungan, dianggap sebagai burung penangkal nasib buruk.
Burung perkutut juga dianggap bisa menaikkan pangkat, pamor, dan keberuntungan bagi siapa saja yang memiliharanya.
Baca Juga: 4 Penyakit yang Sering Menyerang Ikan Koi, Gejala, dan Penanganannya, Jangan Panik!
Pengetahuan yang terkandung dalam pepatah Jawa bahwa burung perkutut memiliki yoni atau kesaktian inilah yang pada akhirnya menjadikan jenis burung perkutut yang masih memiliki penggemar hingga ke pelosok Tanah Air.
Ada dua jenis burung perkutut yang dikenal, burung perkutut lokal dan burung perkutut bangkok, tetapi diyakini hanya merpati lokal yang memiliki katuranggan.
Ada beberapa jenis burung perkutut dengan katuranggan, yakni:
Baca Juga: HOREEE... Menag Terbitkan Juknis Inpassing, Penyetaraan Guru Madrasah Non ASN
1. Pedaringan Kebak atau kerah bedak
Nama Pedaringan kebak atau dalam bahasa Jawa berarti area yang diisi nasi atau leher yang disambung.
Jenis ini ditandai dengan pola garis pada leher penghubungnya.
2. Banyu Mili
Nama banyu mili sendiri diambil dari bahasa Jawa untuk air yang mengalir. Keistimewaannya adalah sayatan di leher menyambung ke perut tanpa putus.
Baca Juga: 8 Syarat Pendaftaran Inpassing Guru Madrasah Non ASN, Tunjangan dan Gaji Pokok Dijamin Aman
3. Pancuran Mas
Nama pancuran mas merupakan serapan dari bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia, burung perkutut jenis ini memiliki ciri sayatan di bagian leher atau di bagian dada.
Disebut pancuran mas karena sekresinya berwarna kuning-kuning, berbentuk bulat dan kering.
Konon ada mitos bahwa bumi bisa berubah menjadi emas jika dilakukan ritual tertentu.
4. Udan Mas
Baca Juga: Prabowo Pimpin Penetapan 2.497 Personel Komcad 2023
Arti udan mas dalam bahasa Indonesia adalah hujan emas. Burung perkutut jenis ini dicirikan oleh bulunya yang berwarna kuning keemasan dan memiliki garis-garis di lehernya.
Spesies ini hanya ada di burung perkutut lokal. Dalam mitologi, udan mas jenis ini adalah ahlinya dalam mencari dan mengumpulkan makanan.
5. Sri Tumpuk
Sri Tumpuk berasal dari bahasa Jawa yang berarti menumpuk dalam bahasa Indonesia, karena ia hanya membuang kotorannya dalam satu lokasi.
Oleh karena itu, jika pemiliknya tidak rajin membersihkan, maka kotoran akan menumpuk seperti gunung.
Baca Juga: RSUD Parepare Sumbang Rp100 Miliar PAD, Taufan Pawe: Alhamdulillah...
6. Rondo Semoyo
Nama tersebut juga diambil dari bahasa Jawa yang dalam bahasa Indonesia berarti janda yang dijanjikan. Mengapa nama tersebut disematkan pada burung perkutut jenis ini?
Sampai akhir artikel ini, tidak ada referensi tentang asal usul nama tersebut. Burung perkutut jenis ini memiliki ciri khas berupa selaput kelopak mata yang agak kuning.
Perlu diingat, mitos tentang burung perkutut katuranggan boleh dipercaya ataupun tidak. Semua tergantung dari mana sudut pandang Anda melihatnya.
Baca Juga: Terasi Udang Selayar Laris Manis di Expo Dekranasda Sulsel 2023
Toh memilihara burung perkutut banyak yang mengartikannya sebagai melestarikan budaya Jawa ataupun budaya nusantara. ***
