POJOKSULSEL, POLMAN – Seorang pelajar bernama Salman Fahrezi (16) menjadi korban penganiayaan brutal menggunakan senjata tajam jenis parang di kawasan persawahan Dusun Pohayam, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) pada Jumat dini hari (13/6/2025).

Kejadian penganiayaan pakai parang di Desa Sumberjo berlangsung sekitar pukul 00.10 Wita. Korban yang saat itu sedang melintas bersama enam rekannya menggunakan sepeda motor, tiba-tiba diadang oleh sekelompok pemuda. Tanpa banyak bicara, kelompok tersebut langsung menyerang.

Akibat penganiayaan pakai parang di Desa Sumberjo, Salman mengalami luka terbuka pada tangan kiri, serta luka memar pada bagian kepala dan dada.

Baca Juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup, Wali Kota Parepare Gaungkan Gerakan Jumat Bersih

Ia langsung dilarikan ke RSUD Wonomulyo untuk mendapatkan penanganan medis.

Mendapat laporan warga, personel Polsek Wonomulyo yang dipimpin KA SPKT I Ipda Kamaruddin langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan penyelidikan awal.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 02.00 Wita, tim gabungan dari Unit IV Sat Intelkam Polres Polman, Unit Opsnal Sat Reskrim, dan Polsek Wonomulyo bergerak cepat.

Baca Juga: Makassara Carrel, Ruang Baca Digital Pribadi Hadir di Perpustakaan Makassar, Apa Itu MACA?

Dipimpin Aipda Rubil Ridwan dan didampingi Aipda Husni Hamdan, S.Sos, petugas berhasil menangkap pelaku yang diketahui bernama Irfan Amir alias Ippang (21), warga Dusun Mapilli 1, Desa Mapilli Barat, Kecamatan Luyo.

Dalam penangkapan tersebut, polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa parang yang diduga digunakan saat menyerang korban.

Identitas Para Pihak:
Korban: Salman Fahrezi (16), pelajar asal Desa Rumpa, Kecamatan Mapilli, Polman.

Baca Juga: Pemkot Parepare Kawal Ketat Program MBG, Wawali Hermanto: Ini Investasi Generasi Muda

Pelaku: Irfan Amir alias Ippang (21), petani, warga Kecamatan Luyo.

Hingga saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Satuan Reskrim Polres Polman untuk proses hukum lebih lanjut.

Aparat masih terus mendalami motif penganiayaan serta kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam insiden ini.

***