POJOKSULSEL, MAJENE - Upaya memperkuat ketahanan lingkungan dan menghadapi dampak perubahan iklim terus didorong melalui program Kampung Hijau Energi: Merawat Bumi yang dijalankan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Program Kampung Hijau Energi: Merawat Bumi mengintegrasikan pertanian organik, peternakan, dan pengolahan limbah menjadi energi terbarukan berbasis komunitas.

Kampung Hijau Energi merupakan program kolaboratif yangdilaksanakan di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Polewali Mandar dan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, serta Simbang di Kabupaten Maros, Pinrang, dan Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Di wilayah-wilayah itu, masyarakat menerapkan praktik siklus berkelanjutan yang saling terhubung.

Tanaman organik dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi.

Baca Juga: Nama-nama 36 Pejabat Lingkup Kanwil Kemenag Sulsel Dilantik, Ini Pesan Penting Ali Yafid

Selanjutnya, limbah ternak diolah menggunakan teknologi biogas untuk menghasilkan energi api biru serta pupuk organik cair.

Energi biogas digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, sehingga mengurangi ketergantungan warga pada kayu bakar dan LPG.

Sementara pupuk organik cair dikembalikan ke lahan pertanian untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.

Program ini merupakan kolaborasi antara Yayasan Hadji Kalla, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Yayasan Hadji Kalla, dan Yayasan/LSM Lingkungan Hidup Forum Komunitas Hijau.

Selain memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi warga, Kampung Hijau Energi juga berkontribusi langsung pada mitigasi perubahan iklim dengan menekan emisi metana dari limbah ternak serta mendorong praktik pertanian rendah karbon.

Baca Juga: Resmi! UIN Alauddin Makassar Kini Punya Prodi Profesi Arsitektur, Pertama di PTKIN

Manager Program Lingkungan Yayasan Hadji Kalla, Sapril Akhmadi, menyebut pendekatan siklus tertutup sebagai kunci keberhasilan program tersebut.

“Program ini membangun ekosistem yang saling menguntungkan. Limbah tidak lagi menjadi masalah, tetapi sumber nilai tambah bagi petani dan peternak sekaligus menjaga lingkungan,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).

Sekretaris Yayasan/LSM Lingkungan Hidup Forum Komunitas Hijau, Hamzah, menilai Kampung Hijau Energi sebagai contoh nyata adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat tapak.

“Ketahanan lingkungan harus dibangun dari komunitas. Kampung Hijau Energi menunjukkan bahwa perubahan dimulai dari pola pikir dan praktik sehari-hari masyarakat,” katanya.

Melalui kolaborasi multipihak, Program Kampung Hijau Energi: Merawat Bumi membuktikan bahwa solusi lingkungan berkelanjutan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. ***