POJOKSULSEL, MAROS - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) didorong untuk melakukan identifikasi bisnis sebelum memulai usaha agar dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang kian ketat.

Hal ini disampaikan oleh instruktur sekaligus mentor kewirausahaan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskopurindag) Kabupaten Maros,Muh Ishaq Halim dalam sesi pelatihan yang mengusung materi Business Model Canvas pada Pelatihan Peningkatan Kualitas dan Pengembangan Kapasitas UMKM bagi para pelaku usaha lokal di Hotel Grand Town Mandai Maros, Selasa (9/12/2025).

Baca Juga: HMJ Kedokteran UIN Alauddin Makassar Gelar Penyuluhan Anti-Bullying di SD Inpres 210 Katonokang

Menurut mentor kewirausahaan tersebut, banyak UMKM yang tutup bukan karena produk yang buruk, melainkan karena tidak memahami kebutuhan pasar dan tidak memiliki perencanaan bisnis yang matang sejak awal.

“Identifikasi bisnis sangat penting dilakukan sebelum memproduksi dan memasarkan produk. Pelaku usaha harus tahu siapa target pasarnya, bagaimana pola distribusinya, serta strategi untuk memenangkan persaingan," katanya dikutip rilis Humas Pemkab Maros.

Dengan begitu, produk lebih mudah diterima dan peluang bertahan di pasar lebih besar,” jelasnya.

Melalui Business Model Canvas, peserta pelatihan dibimbing menyusun sembilan komponen model bisnis mulai dari segmen pelanggan, proposisi nilai, hubungan dengan pelanggan, saluran pemasaran, mitra utama, hingga sumber pendapatan.

Baca Juga: UIM Al-Gazali Tambah Guru Besar, Mantan Dekan Pertanian Sandang Profesor Manajemen Agribisnis

Pemetaan ini membantu pelaku UMKM memiliki arah usaha yang jelas dan operasional yang efisien.

Selain memperkuat strategi pemasaran, identifikasi bisnis juga menjadi pondasi untuk meminimalkan risiko kerugian dan meningkatkan potensi keuntungan.

UMKM pun diharapkan mampu menghadirkan inovasi berkelanjutan sesuai kebutuhan pasar.

Diskopurindag Maros menegaskan bahwa peningkatan kapasitas UMKM akan terus dilakukan melalui program pelatihan dan pendampingan.

Baca Juga: Magis, Siswi MAN 1 Bulukumba Tampilkan Tarian Pepepepeka Baine

Langkah ini menjadi komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan UMKM yang kuat, mandiri, dan berdaya saing.

“Kami ingin pelaku UMKM Maros tidak hanya sekadar menjalankan usaha, tetapi benar-benar memahami bisnis yang digeluti sehingga bisa tumbuh dan naik kelas,” katanya. ***